Selasa, 08 September 2026

Mengatasi Kejenuhan Belajar pada Masa Erupsi Krakatau

 

A. IDENTITAS

KomponenKeterangan
Nama GuruYulian Wilyanus
Mata PelajaranBimbingan Konseling
Hari/TanggalSelasa, 8 September 2026
Fase/KelasD / 7 A,E
Judul MateriMengatasi Kejenuhan Belajar pada Masa Erupsi Krakatau
Pertemuan Ke-8

B. CAPAIAN LAYANAN

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan mengembangkan potensi diri secara positif, memiliki kesadaran diri, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam layanan ini, peserta didik diarahkan untuk memahami penyebab kejenuhan belajar, mengenali kondisi diri selama situasi erupsi, serta mampu mengembangkan strategi sederhana untuk menjaga semangat, ketenangan, dan keseimbangan belajar.


C. TUJUAN LAYANAN

Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kejenuhan belajar dan faktor-faktor penyebabnya.
  2. Mengenali tanda-tanda kejenuhan belajar yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Memahami bahwa situasi bencana atau gangguan lingkungan dapat memengaruhi konsentrasi, emosi, dan motivasi belajar.
  4. Mengidentifikasi cara yang sehat dan positif untuk mengatasi kejenuhan belajar.
  5. Mampu mengatur waktu antara belajar, istirahat, ibadah, bermain, dan aktivitas positif lainnya.
  6. Menunjukkan sikap tenang, sabar, optimis, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
  7. Membuat komitmen pribadi untuk tetap belajar sesuai kemampuan dengan tetap memperhatikan keselamatan.

D. LAYANAN MENDALAM

1. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mampu menyadari kondisi fisik, pikiran, perasaan, dan kebutuhan dirinya ketika mengalami kejenuhan belajar, khususnya dalam situasi lingkungan yang kurang nyaman akibat aktivitas erupsi Anak Krakatau.

Peserta didik diajak memahami bahwa merasa lelah, bosan, khawatir, atau sulit berkonsentrasi merupakan hal yang dapat terjadi. Yang penting adalah mengenali perasaan tersebut dan mengelolanya dengan cara yang tepat.

2. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan pengalaman menghadapi kejenuhan belajar dengan pentingnya menjaga kesehatan diri, keselamatan, ibadah, tanggung jawab sebagai pelajar, serta sikap sabar dan tawakal kepada Allah SWT.

Belajar tidak selalu harus dilakukan dalam kondisi sempurna. Dalam situasi tertentu, peserta didik perlu belajar beradaptasi dengan keadaan tanpa kehilangan semangat untuk berkembang.

3. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik terlibat aktif melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif, seperti:

  • permainan singkat “Semangatku Hari Ini”;
  • latihan pernapasan dan relaksasi sederhana;
  • diskusi kelompok tentang penyebab kejenuhan;
  • berbagi strategi belajar yang menyenangkan;
  • membuat “Rencana Anti-Jenuh”;
  • refleksi pribadi dan menuliskan satu komitmen positif.

E. ALUR TUJUAN LAYANAN

1. Eksplorasi dan Identifikasi

Peserta didik diajak mengenali:

  • apa yang dimaksud dengan kejenuhan belajar;
  • kapan biasanya mereka merasa jenuh;
  • tanda-tanda ketika mulai mengalami kejenuhan;
  • faktor lingkungan yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar;
  • perasaan yang muncul ketika aktivitas belajar terganggu.

2. Analisis dan Kontekstualisasi

Peserta didik menganalisis berbagai situasi yang dapat menyebabkan kejenuhan, seperti:

  • terlalu lama belajar;
  • kurang istirahat;
  • terlalu banyak menggunakan gawai;
  • kurang aktivitas fisik;
  • suasana belajar yang tidak nyaman;
  • kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan;
  • perubahan rutinitas akibat situasi erupsi;
  • terlalu banyak memikirkan informasi yang belum tentu benar.

Peserta didik kemudian menentukan mana yang dapat dikendalikan dan mana yang harus diterima dengan sikap tenang.

3. Sintesis dan Rekonstruksi

Peserta didik mengolah kembali pemahaman tentang cara mengatasi kejenuhan belajar melalui pengaturan waktu, istirahat yang cukup, aktivitas positif, ibadah, relaksasi, komunikasi dengan orang tua/guru, serta menjaga pikiran tetap positif.

Peserta didik kemudian menyusun strategi pribadi “5 Langkah Anti-Jenuh” yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


F. MATERI PEMBELAJARAN

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, wassholaatu wassalaamu 'alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa Muhammadin, wa'ala aalihi washahbihi ajma'iin, wa man tabi'ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin. Amma ba'du.

Anak-anakku yang Bapak banggakan,

Setiap manusia tentu pernah merasakan jenuh dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam belajar. Kejenuhan dapat semakin terasa ketika suasana lingkungan berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu.

Dalam kondisi saat ini, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar dapat dipengaruhi oleh situasi erupsi Anak Krakatau. Pada 7 September 2026, informasi resmi MAGMA Indonesia mencatat Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Karena itu, kita perlu belajar mengelola diri, bukan memaksakan diri. Keselamatan tetap menjadi prioritas. Ikutilah arahan guru, sekolah, orang tua, dan pihak berwenang.


1. Pengertian Kejenuhan Belajar

Kejenuhan belajar adalah kondisi ketika seseorang merasa bosan, lelah, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, atau merasa tidak bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar.

Kejenuhan bukan berarti seseorang malas atau tidak mampu belajar. Kejenuhan dapat muncul ketika tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat, perubahan aktivitas, suasana baru, atau dukungan dari orang lain.

Contoh tanda-tanda kejenuhan:

  • sulit berkonsentrasi;
  • merasa bosan ketika belajar;
  • mudah mengantuk;
  • tidak bersemangat mengerjakan tugas;
  • mudah marah atau sensitif;
  • merasa belajar tidak menyenangkan;
  • ingin terus bermain atau menggunakan gawai;
  • sulit memahami materi yang sebenarnya mudah.

2. Penyebab Kejenuhan Belajar

Kejenuhan belajar dapat disebabkan oleh berbagai hal.

A. Faktor dari dalam diri

  • kurang tidur;
  • kelelahan;
  • kurang makan atau minum;
  • kurang olahraga;
  • terlalu banyak pikiran;
  • kurang motivasi;
  • tidak memiliki tujuan belajar yang jelas.

B. Faktor dari lingkungan

  • suasana belajar kurang nyaman;
  • terlalu banyak tugas;
  • belajar terlalu lama tanpa jeda;
  • suara atau kondisi lingkungan yang mengganggu;
  • perubahan rutinitas;
  • munculnya rasa khawatir akibat situasi bencana.

C. Penggunaan gawai yang berlebihan

Gawai dapat membantu belajar, tetapi jika digunakan terlalu lama untuk bermain media sosial, menonton video, atau bermain gim, konsentrasi belajar dapat terganggu.

Ingat: gawai adalah alat, bukan penguasa waktu kita.


3. Hubungan Erupsi, Kondisi Emosi, dan Kejenuhan Belajar

Situasi erupsi dapat membuat seseorang mengalami perubahan aktivitas. Misalnya, kegiatan di luar ruangan dibatasi, suasana menjadi berbeda, muncul informasi yang membuat khawatir, atau jadwal belajar mengalami penyesuaian.

Hal tersebut dapat memengaruhi:

Lingkungan → Pikiran → Perasaan → Konsentrasi → Semangat belajar

Contohnya:

Mendengar informasi yang menakutkan → merasa khawatir → sulit berkonsentrasi → belajar menjadi tidak maksimal → muncul rasa jenuh.

Oleh karena itu, ketika menghadapi situasi seperti ini, kita perlu menjaga ketenangan dan memperoleh informasi dari sumber yang terpercaya, bukan menyebarkan kabar yang belum jelas.

Yang tidak dapat kita kendalikan adalah keadaan alam.

Namun, kita masih dapat mengendalikan:

  • cara kita merespons;
  • cara mengatur waktu;
  • cara menjaga pikiran;
  • cara berkomunikasi;
  • cara belajar;
  • dan cara menjaga diri.

4. Allah SWT Mengajarkan Kita untuk Bersabar dan Tetap Berusaha

Allah SWT berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Ketika belajar terasa berat, jangan langsung berkata:

“Aku tidak bisa.”

Tetapi ubahlah menjadi:

“Aku sedang mengalami kesulitan, tetapi aku akan mencoba mengatasinya sedikit demi sedikit.”

Allah SWT juga berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

(QS. Al-Baqarah: 286)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa kita harus berusaha sesuai kemampuan, menjaga diri, dan tidak menyerah.


5. Cara Mengatasi Kejenuhan Belajar

Strategi 5M Anti-Jenuh

1. Mengenali

Kenali kondisi diri.

Tanyakan:

“Apakah saya benar-benar malas, atau sebenarnya saya sedang lelah dan membutuhkan istirahat?”

2. Mengatur

Atur waktu belajar dan istirahat.

Contoh:

Belajar → istirahat singkat → belajar kembali → aktivitas positif.

Jangan belajar terus-menerus tanpa jeda.

3. Mengubah

Ubahlah metode belajar agar tidak monoton.

Misalnya:

  • membaca;
  • membuat mind map;
  • berdiskusi;
  • menjelaskan materi kepada teman;
  • membuat rangkuman;
  • belajar sambil menggunakan gambar atau video edukatif.

4. Menggerakkan

Lakukan aktivitas fisik ringan.

Misalnya:

  • peregangan;
  • berjalan sebentar;
  • senam ringan;
  • merapikan meja belajar.

5. Mendekatkan diri kepada Allah

Jangan lupa:

  • shalat tepat waktu;
  • berdoa;
  • membaca Al-Qur'an;
  • berdzikir;
  • bersyukur;
  • meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Ketika hati lebih tenang, kita akan lebih siap menghadapi aktivitas belajar.


6. Tetap Belajar, Tetapi Keselamatan Adalah Prioritas

Dalam situasi erupsi, peserta didik harus memahami bahwa belajar penting, tetapi keselamatan jauh lebih utama.

Jika sekolah atau pihak berwenang memberikan arahan tertentu, maka ikutilah.

Jangan memaksakan belajar dalam kondisi:

  • udara tidak aman;
  • terdapat perintah evakuasi;
  • kondisi tubuh tidak sehat;
  • lingkungan tidak memungkinkan;
  • atau terdapat instruksi resmi untuk mengurangi aktivitas.

Belajar dapat dilakukan dengan cara yang fleksibel sesuai kondisi.

Prinsipnya:

Aman dahulu, tenang kemudian, belajar tetap berjalan sesuai kemampuan.


7. Aktivitas “Rencana Anti-Jenuhku”

Peserta didik menuliskan:

Ketika saya mulai merasa jenuh, saya akan:

  1. ............................................................
  2. ............................................................
  3. ............................................................
  4. ............................................................
  5. ............................................................

Kemudian tuliskan:

Satu kebiasaan yang akan saya perbaiki mulai hari ini adalah:

....................................................................


H. REFLEKSI

Lengkapi kalimat berikut:

  1. Saat belajar saya merasa jenuh ketika...

    ....................................................................

  2. Hal yang biasanya membuat saya kehilangan semangat belajar adalah...

    ....................................................................

  3. Ketika merasa jenuh, hal positif yang dapat saya lakukan adalah...

    ....................................................................

  4. Dalam menghadapi situasi erupsi, saya perlu belajar untuk...

    ....................................................................

  5. Saya ingin menjadi pelajar yang...

    ....................................................................

  6. Mulai hari ini saya berkomitmen untuk...

    ....................................................................

Refleksi singkat

“Apakah saya sudah mampu membedakan antara malas, lelah, jenuh, dan khawatir?”

“Apa satu tindakan kecil yang bisa saya lakukan hari ini agar belajar terasa lebih ringan?”


I. PESAN PENUTUP

Anak-anakku,

Jadilah pelajar yang sabar ketika menghadapi kesulitan, tenang ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan, disiplin dalam belajar, peduli terhadap keselamatan, dan tidak mudah menyerah.

Ingatlah bahwa kejenuhan adalah hal yang dapat dialami siapa saja. Ketika rasa jenuh datang, jangan membenci diri sendiri dan jangan langsung menyerah.

Berhenti sejenak bukan berarti menyerah.
Beristirahat bukan berarti malas.
Meminta bantuan bukan berarti lemah.
Dan menghadapi kesulitan dengan sabar adalah tanda pribadi yang kuat.

Semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin mampu mengelola diri dengan baik sehingga ketika muncul rasa jenuh, kita dapat mengatasinya dengan cara yang sehat, positif, dan sesuai dengan tuntunan agama.

Tetap tenang, tetap waspada, tetap berdoa, dan tetap semangat belajar sesuai kemampuan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 07 September 2026

Memanfaatkan AI dalam Pembelajaran dalam Situasi Erupsi Abu Vulkanik Anak Krakatau

 

A. IDENTITAS

KomponenKeterangan
Nama GuruYulian Wilyanus
Mata PelajaranBimbingan Konseling
Hari/TanggalSelasa, 8 September 2026
Fase/KelasD / VIII A, B
Judul MateriMemanfaatkan AI dalam Pembelajaran dalam Situasi Erupsi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pertemuan Ke-9

B. CAPAIAN LAYANAN

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan mengembangkan potensi diri secara positif, memiliki kesadaran diri, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam layanan ini, peserta didik diarahkan untuk memahami situasi pembelajaran dalam kondisi tertentu, menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, bertanggung jawab, dan tetap mengutamakan keselamatan serta nilai-nilai agama.


C. TUJUAN LAYANAN

Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian Artificial Intelligence (AI) dan manfaatnya dalam pembelajaran.
  2. Mengidentifikasi berbagai cara menggunakan AI untuk membantu proses belajar.
  3. Memahami bahwa AI merupakan alat bantu belajar, bukan pengganti usaha dan tanggung jawab peserta didik.
  4. Menggunakan AI untuk mencari ide, memahami materi, membuat rangkuman, menyusun pertanyaan, dan berlatih soal.
  5. Mengetahui pentingnya memeriksa kebenaran informasi yang diberikan AI.
  6. Memahami etika penggunaan AI, termasuk tidak melakukan plagiarisme atau menyalin jawaban secara langsung.
  7. Mengetahui cara memanfaatkan AI dalam situasi pembelajaran yang terganggu oleh kondisi lingkungan, misalnya paparan abu vulkanik.
  8. Menunjukkan sikap tenang, adaptif, bertanggung jawab, dan tetap bersemangat belajar dalam berbagai situasi.
  9. Menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan nilai-nilai Islam, khususnya kewajiban menuntut ilmu dan menjaga keselamatan diri.

D. LAYANAN MENDALAM

1. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mampu menyadari bahwa keadaan lingkungan dapat berubah dan memengaruhi proses pembelajaran. Dalam kondisi tertentu, seperti adanya abu vulkanik atau gangguan aktivitas sekolah, peserta didik perlu tetap tenang, memperhatikan informasi resmi, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta mencari alternatif belajar yang aman.

Peserta didik menyadari bahwa teknologi AI dapat membantu proses belajar, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan tidak menggantikan proses berpikir.

2. Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan pemanfaatan AI dengan kebutuhan belajar sehari-hari.

AI dapat dimanfaatkan untuk:

  • menjelaskan materi yang sulit dipahami;
  • membuat rangkuman;
  • membuat contoh soal;
  • membantu menemukan ide tugas;
  • membuat jadwal belajar;
  • melakukan latihan tanya jawab;
  • membantu memahami istilah atau konsep;
  • memberikan alternatif cara belajar.

Peserta didik memahami bahwa teknologi akan memberikan manfaat apabila digunakan untuk tujuan yang baik.

3. Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik terlibat aktif melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif, seperti:

  • permainan “AI Boleh atau Tidak?”;
  • praktik membuat prompt sederhana;
  • simulasi menggunakan AI sebagai teman belajar;
  • tantangan membuat rangkuman materi;
  • diskusi kelompok tentang “Belajar Tetap Bisa Walaupun Situasi Berubah”;
  • refleksi pribadi tentang kebiasaan menggunakan teknologi.

E. ALUR TUJUAN LAYANAN

1. Eksplorasi dan Identifikasi

Peserta didik diajak mengenali:

  • apa yang dimaksud dengan AI;
  • pengalaman mereka menggunakan AI;
  • manfaat dan risiko AI;
  • kondisi yang dapat mengganggu proses pembelajaran;
  • kebutuhan belajar ketika pembelajaran tatap muka mengalami hambatan.

2. Analisis dan Kontekstualisasi

Peserta didik menganalisis berbagai situasi, misalnya:

“Jika kondisi lingkungan menyebabkan kegiatan belajar di sekolah harus disesuaikan, bagaimana kita tetap dapat belajar dengan aman dan efektif?”

Peserta didik kemudian menentukan bagaimana AI dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu pembelajaran.

3. Sintesis dan Rekonstruksi

Peserta didik mengolah kembali pemahaman tentang:

  • manfaat AI;
  • cara membuat pertanyaan/perintah yang baik kepada AI;
  • cara memeriksa informasi;
  • etika menggunakan AI;
  • cara tetap belajar dalam situasi yang berubah;
  • tanggung jawab sebagai pelajar Muslim dalam menggunakan teknologi.

F. MATERI PEMBELAJARAN

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, wassholaatu wassalaamu 'alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa Muhammadin, wa'ala aalihi washahbihi ajma'iin, wa man tabi'ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin. Amma ba'du.

Anak-anakku yang Bapak banggakan,

Dalam situasi dan kondisi tertentu, proses belajar dapat mengalami perubahan. Salah satunya apabila terjadi gangguan lingkungan, seperti adanya abu vulkanik akibat aktivitas gunung api.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti bahwa semangat belajar harus berhenti. Kita perlu mampu beradaptasi, menjaga keselamatan, memanfaatkan teknologi, dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan kita.

Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah Artificial Intelligence (AI).


1. Pengertian Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau sistem digital melakukan tugas tertentu yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, memberikan informasi, mengenali pola, membuat rangkuman, dan membantu menyelesaikan masalah.

Dalam pembelajaran, AI dapat menjadi asisten belajar.

Contohnya:

“Jelaskan materi fotosintesis dengan bahasa yang mudah dipahami siswa kelas 8.”

“Buatkan 10 soal latihan tentang sistem pernapasan manusia beserta jawabannya.”

“Bantu saya membuat rangkuman materi IPS tentang perubahan sosial.”

Namun, jawaban AI tetap harus dipelajari, diperiksa, dan dipahami oleh peserta didik.


2. Memanfaatkan AI untuk Pembelajaran

AI dapat digunakan sebagai teman belajar untuk:

a. Memahami materi yang sulit

Jika peserta didik belum memahami suatu materi, AI dapat diminta menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.

b. Membuat rangkuman

AI dapat membantu merangkum materi panjang menjadi poin-poin penting.

c. Membuat latihan soal

Peserta didik dapat meminta AI membuat soal latihan sesuai materi yang sedang dipelajari.

d. Mencari ide

AI dapat membantu mencari ide untuk tugas, proyek, presentasi, atau diskusi.

e. Belajar secara mandiri

Ketika pembelajaran harus dilakukan dari rumah karena kondisi tertentu, AI dapat membantu peserta didik belajar secara mandiri.

f. Membantu membuat jadwal belajar

AI dapat membantu menyusun jadwal belajar berdasarkan waktu dan target yang dimiliki.


3. AI Bukan Pengganti Guru dan Bukan Pengganti Otak Kita

Peserta didik harus memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti guru dan bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Contoh penggunaan yang baik:

“Saya belum memahami materi ini. Tolong jelaskan dengan bahasa sederhana dan berikan contoh.”

Contoh penggunaan yang kurang baik:

“Kerjakan tugas saya semuanya. Saya tinggal menyalin.”

Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti:

Tanya → Pahami → Periksa → Olah → Kerjakan → Evaluasi.

Bukan:

Tanya → Salin → Kumpulkan.


4. Pentingnya Memeriksa Informasi dari AI

AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar. Oleh karena itu, peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis.

Sebelum mempercayai informasi dari AI, lakukan:

1. Periksa sumber

Cari informasi dari sumber yang terpercaya.

2. Bandingkan informasi

Jangan hanya mengandalkan satu jawaban.

3. Perhatikan konteks

Pastikan jawaban sesuai dengan pertanyaan dan keadaan yang sebenarnya.

4. Tanyakan kepada guru

Jika masih ragu, tanyakan kepada guru atau orang yang lebih memahami.

Ingat: AI bisa membantu memberikan jawaban, tetapi manusia tetap bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.


5. Memanfaatkan AI dalam Situasi Abu Vulkanik

Dalam kondisi lingkungan yang terganggu oleh abu vulkanik, peserta didik harus mengutamakan keselamatan.

AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, misalnya:

  • membuat rangkuman materi yang tertinggal;
  • membantu memahami materi pelajaran;
  • membuat latihan soal di rumah;
  • membuat jadwal belajar;
  • membantu mencari ide tugas;
  • membantu menyusun pertanyaan untuk guru;
  • membantu belajar secara mandiri ketika pembelajaran dilakukan dari rumah.

Namun, AI bukan sumber utama informasi keselamatan atau kebencanaan.

Untuk informasi tentang kondisi gunung api, kualitas udara, sekolah, maupun keputusan aktivitas masyarakat, peserta didik harus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, sekolah, dan orang tua/wali.

Jangan menggunakan AI untuk menebak apakah suatu kondisi bencana aman atau tidak.

Keselamatan harus menjadi prioritas utama.


6. Adab dan Etika Menggunakan AI

Sebagai pelajar dan seorang Muslim, penggunaan AI harus disertai akhlak yang baik.

Gunakan AI untuk:

  • belajar;
  • mencari pengetahuan;
  • meningkatkan kreativitas;
  • membantu menyelesaikan masalah;
  • mengembangkan kemampuan diri.

Hindari menggunakan AI untuk:

  • menyontek;
  • melakukan plagiarisme;
  • menyebarkan berita palsu;
  • membuat informasi yang menyesatkan;
  • merugikan orang lain;
  • melakukan perundungan;
  • membagikan data pribadi secara sembarangan.

Prinsip sederhana:

“Gunakan teknologi dengan cerdas, gunakan untuk kebaikan, dan tetap bertanggung jawab.”


7. Landasan Al-Qur'an

a. Perintah untuk membaca dan belajar

Allah SWT berfirman:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

(QS. Al-'Alaq: 1)

Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya membaca, belajar, dan mencari ilmu.

Teknologi, termasuk AI, dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu manusia memperoleh pengetahuan.

b. Allah meninggikan derajat orang berilmu

Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

(QS. Al-Mujadilah: 11)

Karena itu, teknologi hendaknya digunakan untuk meningkatkan ilmu dan kualitas diri.

c. Menghadapi ujian dengan kesabaran

Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini mengajarkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian. Sikap yang harus dikembangkan adalah sabar, berikhtiar, menjaga diri, dan tidak mudah menyerah.


8. Pesan Utama Materi

Dari pembelajaran hari ini kita dapat mengambil beberapa pesan:

  1. Belajar tidak boleh berhenti hanya karena keadaan berubah.
  2. Keselamatan tetap menjadi prioritas.
  3. AI dapat membantu proses belajar.
  4. AI bukan pengganti guru dan bukan pengganti proses berpikir.
  5. Informasi dari AI harus diperiksa kebenarannya.
  6. Gunakan AI secara jujur dan bertanggung jawab.
  7. Jangan menggunakan AI untuk menyontek atau merugikan orang lain.
  8. Sebagai pelajar Muslim, teknologi harus digunakan untuk kebaikan.
  9. Jadilah pelajar yang adaptif, kreatif, kritis, dan berakhlak.

G. KEGIATAN PESERTA DIDIK

Aktivitas 1 – “AI Boleh atau Tidak?”

Guru membacakan beberapa situasi. Peserta didik menentukan apakah penggunaan AI tersebut tepat atau tidak tepat.

SituasiTepat/TidakAlasan
Meminta AI menjelaskan materi yang belum dipahami

Menyalin seluruh jawaban AI untuk dikumpulkan sebagai tugas sendiri

Meminta AI membuat soal latihan

Menggunakan AI untuk membuat berita palsu tentang erupsi

Meminta AI membantu membuat jadwal belajar

Memeriksa informasi AI melalui sumber resmi


Aktivitas 2 – Latihan Membuat Prompt

Peserta didik membuat satu pertanyaan/perintah kepada AI yang berkaitan dengan pembelajaran.

Contoh:

“Saya siswa kelas 8 SMP. Jelaskan materi tekanan zat dengan bahasa sederhana dan berikan tiga contoh dalam kehidupan sehari-hari.”

Peserta didik kemudian mencoba memperbaiki prompt agar semakin jelas.

Rumus sederhana membuat prompt:

Siapa saya + apa yang saya butuhkan + materi/topik + bentuk jawaban yang diinginkan.


Aktivitas 3 – Tantangan “Belajar Tetap Jalan”

Bayangkan pembelajaran harus dilakukan dari rumah karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.

Diskusikan bersama kelompok:

“Bagaimana cara kita tetap belajar dengan memanfaatkan AI tanpa mengabaikan keselamatan dan arahan dari sekolah?”

Tuliskan minimal 5 langkah.


H. REFLEKSI

Lengkapi kalimat berikut:

  1. Hari ini saya memahami bahwa AI adalah ............................................
  2. Manfaat AI yang paling berguna bagi saya adalah ...................................
  3. Hal yang harus saya lakukan sebelum mempercayai jawaban AI adalah ........
  4. Saya tidak boleh menggunakan AI untuk ...................................................
  5. Jika kondisi lingkungan mengganggu pembelajaran, saya akan ....................
  6. Setelah mengikuti layanan ini, saya ingin memperbaiki kebiasaan ................
  7. Sebagai pelajar Muslim, saya akan menggunakan teknologi untuk .................

Refleksi pribadi:

“Teknologi akan menjadi bermanfaat apabila saya menggunakannya dengan...”

....................................................................................


I. PESAN PENUTUP

Anak-anakku,

Jadilah pelajar yang cerdas dalam menggunakan teknologi, kritis dalam menerima informasi, kreatif dalam belajar, bijak dalam bertindak, dan kuat menghadapi perubahan.

Jangan takut menghadapi situasi yang berubah. Ketika keadaan tidak memungkinkan kita belajar dengan cara biasa, carilah cara yang lebih baik dan tetap aman.

Manfaatkan teknologi AI sebagai alat untuk membantu belajar, bukan sebagai jalan pintas untuk menghindari belajar.

Ingatlah:

“AI dapat membantu kita menemukan jawaban, tetapi kita tetap harus belajar untuk memahami kebenaran.”

Semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin mampu menghadapi berbagai situasi, tetap semangat menuntut ilmu, menjaga keselamatan, serta dapat memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Mengatasi Kejenuhan Belajar pada Masa Erupsi Krakatau

 

Mengatasi Kejenuhan Belajar pada Masa Erupsi Krakatau

  A. IDENTITAS Komponen Keterangan Nama Guru Yulian Wilyanus Mata Pelajaran Bimbingan Konseling Hari/Tanggal Selasa, 8 September 2026 Fase/K...