A. IDENTITAS
Nama Guru | Yulian Wilyanus |
Mata Pelajaran | Bimbingan Konseling |
Hari/Tanggal | Selasa, 13 Oktober 2026 |
Fase/Kelas | D / 7A dan E |
Judul Materi | Etika Pergaulan dan Tata Krama |
Pertemuan Ke- |
B. CAPAIAN LAYANAN
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan mengembangkan potensi diri secara positif, memiliki kesadaran diri, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam layanan ini, peserta didik diarahkan untuk memahami etika pergaulan dan tata krama serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
C. TUJUAN LAYANAN
Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian etika pergaulan dan tata krama.
Mengidentifikasi perilaku yang baik dan kurang baik dalam pergaulan sehari-hari.
Menunjukkan sikap sopan santun kepada orang tua, guru, teman, dan masyarakat.
Menerapkan komunikasi yang santun secara langsung maupun melalui media sosial.
Menghargai perbedaan pendapat, menjaga perasaan orang lain, dan menghindari perilaku perundungan.
Membiasakan perilaku terpuji sesuai dengan ajaran Islam dan norma yang berlaku.
D. LAYANAN MENDALAM
1. Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap perasaan orang lain. Peserta didik memahami pentingnya menjaga sikap, ucapan, ekspresi, dan perilaku ketika berinteraksi dengan orang lain.
2. Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan pemahaman tentang etika pergaulan dan tata krama dengan pengalaman sehari-hari, seperti menghormati guru, berbicara santun kepada orang tua, menghargai teman, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta menggunakan media sosial secara bijaksana.
3. Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik terlibat aktif melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif, seperti:
Permainan peran tentang perilaku sopan dan tidak sopan.
Diskusi kelompok mengenai etika bergaul dengan teman sebaya.
Kuis singkat tentang tata krama di sekolah dan media sosial.
Simulasi mengucapkan salam, meminta izin, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf.
Refleksi tentang kebiasaan baik yang akan diterapkan setiap hari.
E. ALUR TUJUAN LAYANAN
1. Eksplorasi dan Identifikasi
Peserta didik diajak mengenali:
Pengertian etika pergaulan dan tata krama.
Contoh perilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan perilaku yang menghargai orang lain dan perilaku yang menyakiti perasaan orang lain.
Pentingnya menghormati orang tua, guru, teman, dan masyarakat.
2. Analisis dan Kontekstualisasi
Peserta didik menganalisis situasi yang sering terjadi, seperti memotong pembicaraan, mengejek teman, menggunakan kata-kata kasar, tidak meminta izin, menyebarkan foto teman tanpa persetujuan, atau menulis komentar yang menyakitkan di media sosial.
Peserta didik mendiskusikan akibat dari perilaku tersebut dan menentukan cara menyikapinya secara santun, bijaksana, dan bertanggung jawab.
3. Sintesis dan Rekonstruksi
Peserta didik mengolah kembali pemahaman tentang etika pergaulan dan tata krama menjadi kebiasaan nyata, seperti berbicara sopan, menghormati orang lain, menjaga rahasia, meminta maaf ketika bersalah, serta membiasakan diri berpikir sebelum berbicara atau bertindak.
F. MATERI PEMBELAJARAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
الـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin, wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wa habiibinaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du.
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk-Nya agar menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari materi “Etika Pergaulan dan Tata Krama.” Sebagai pelajar, kita tidak hanya dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki sikap sopan santun, menghormati orang lain, serta mampu menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu yang tinggi akan semakin bermanfaat apabila disertai akhlak yang baik. Oleh karena itu, mari kita belajar membiasakan perilaku terpuji mulai dari hal-hal sederhana.
1. Pengertian Etika Pergaulan dan Tata Krama
Etika pergaulan adalah pedoman tentang perilaku yang baik dan pantas ketika berinteraksi dengan orang lain berdasarkan nilai moral, agama, dan norma yang berlaku.
Tata krama adalah aturan atau kebiasaan sopan santun yang diterapkan dalam berbicara, bersikap, dan bertindak ketika berhubungan dengan orang lain.
Dengan demikian, etika pergaulan dan tata krama merupakan pedoman bagi seseorang untuk membangun hubungan yang baik, saling menghormati, menjaga perasaan orang lain, dan menciptakan suasana yang nyaman dalam kehidupan bersama.
Contohnya adalah mengucapkan salam ketika bertemu, berbicara dengan bahasa yang sopan, meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain, mendengarkan ketika orang lain berbicara, dan mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.
2. Pentingnya Etika Pergaulan dan Tata Krama
Etika pergaulan dan tata krama sangat penting karena dapat membantu kita:
Menumbuhkan rasa hormat. Kita belajar menghargai orang tua, guru, teman, dan orang lain tanpa membeda-bedakan.
Membangun persahabatan yang sehat. Sikap sopan dan saling menghargai membantu menciptakan hubungan yang nyaman.
Mencegah konflik. Berbicara dengan baik dan mendengarkan orang lain dapat mengurangi kesalahpahaman.
Membentuk karakter positif. Tata krama melatih kita menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan rendah hati.
Menjaga nama baik diri dan keluarga. Perilaku yang baik mencerminkan karakter seseorang.
Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Setiap orang merasa dihargai dan tidak takut menjadi sasaran ejekan atau penghinaan.
Ingatlah, sopan santun bukan hanya ditunjukkan ketika bertemu guru atau orang yang lebih tua, tetapi juga ketika bergaul dengan teman sebaya, adik kelas, petugas sekolah, dan orang lain.
3. Bentuk-Bentuk Etika Pergaulan dan Tata Krama
a. Tata krama kepada orang tua
Berbicara dengan lembut dan sopan.
Mendengarkan nasihat yang baik.
Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
Meminta izin ketika hendak bepergian.
Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan mereka.
b. Tata krama kepada guru
Mengucapkan salam ketika bertemu.
Mendengarkan penjelasan dengan baik.
Meminta izin sebelum meninggalkan kelas.
Mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang santun.
Menghargai teguran dan arahan yang membangun.
c. Tata krama kepada teman
Menghargai perbedaan pendapat dan kemampuan.
Tidak mengejek nama, penampilan, keluarga, atau kekurangan teman.
Tidak memaksakan kehendak.
Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Membantu teman yang mengalami kesulitan.
Tidak ikut menyebarkan gosip atau mempermalukan orang lain.
d. Tata krama di lingkungan masyarakat
Menghormati tetangga dan orang yang lebih tua.
Menjaga kebersihan dan ketertiban.
Mengantre dengan tertib.
Meminta izin sebelum meminjam barang.
Menghargai aturan yang berlaku di lingkungan sekitar.
e. Tata krama dalam menggunakan media sosial
Menggunakan bahasa yang sopan dalam komentar dan pesan.
Tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Tidak mengunggah foto atau video orang lain tanpa izin.
Tidak menghina, mengancam, atau mempermalukan orang lain di dunia maya.
Menjaga informasi pribadi dan menghormati privasi orang lain.
Berpikir terlebih dahulu sebelum mengirim pesan atau mengunggah sesuatu.
Perlu diingat bahwa etika di dunia digital sama pentingnya dengan etika ketika berhadapan langsung. Tulisan yang kita kirimkan dapat memengaruhi perasaan dan kehidupan orang lain.
4. Allah SWT Mengajarkan Kita untuk Menjaga Etika dan Akhlak
Islam mengajarkan umatnya untuk berkata baik, menghormati sesama, dan menjauhi perilaku yang merendahkan orang lain.
a. Larangan mengejek dan merendahkan orang lain
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain.” (QS. Al-Hujurat: 11, petikan ayat)
Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menghina, mengejek, atau merendahkan orang lain. Setiap manusia memiliki kehormatan yang harus dijaga.
Dalam kehidupan sekolah, kita tidak boleh menjadikan kekurangan teman sebagai bahan candaan yang menyakitkan. Candaan yang membuat orang lain merasa direndahkan perlu dihentikan.
b. Berbicara dengan perkataan yang baik
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 83:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya:
“Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83, petikan ayat)
Ayat tersebut mengingatkan kita untuk menjaga ucapan kepada siapa pun. Berbicara dengan baik bukan berarti harus selalu setuju dengan orang lain, melainkan menyampaikan pendapat dengan santun tanpa menghina atau menyakiti.
Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita dapat mengatakan, “Menurut saya, ada pendapat lain yang bisa kita pertimbangkan,” daripada membentak atau mengejeknya.
c. Hadis Nabi Muhammad SAW tentang berkata baik
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus berhati-hati dalam berbicara. Sebelum mengucapkan sesuatu, kita perlu memikirkan apakah perkataan tersebut bermanfaat, benar, dan tidak menyakiti orang lain.
Jika belum dapat berkata baik, lebih baik menahan diri daripada mengucapkan kata-kata kasar atau menyebarkan fitnah.
d. Hadis tentang akhlak yang baik
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim, makna hadis)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya dilihat dari kepandaian atau prestasinya, tetapi juga dari akhlaknya.
Pelajar yang baik adalah pelajar yang rajin belajar, menghormati guru, menyayangi teman, menjaga ucapan, dan bertanggung jawab atas tindakannya.
5. Perilaku yang Harus Dihindari dalam Pergaulan
Ada beberapa perilaku yang perlu dihindari agar hubungan dengan orang lain tetap baik.
Perilaku yang harus dihindari | Sikap yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|
Berbicara kasar | Menggunakan bahasa yang sopan |
Mengejek teman | Menghargai perbedaan |
Memotong pembicaraan | Mendengarkan sampai selesai |
Memaksakan pendapat | Berdiskusi dan menghargai pendapat lain |
Menyebarkan gosip | Menjaga rahasia dan memeriksa kebenaran informasi |
Mengambil barang tanpa izin | Meminta izin terlebih dahulu |
Menghina di media sosial | Menulis komentar yang santun atau tidak berkomentar |
Tidak mengakui kesalahan | Meminta maaf dan memperbaiki perilaku |
Apabila melihat teman diperlakukan secara tidak baik, jangan ikut mengejek atau menyebarkan kejadian tersebut. Berikan dukungan kepada teman yang menjadi sasaran, dan mintalah bantuan guru atau orang dewasa tepercaya apabila perilaku tersebut berulang atau membahayakan.
6. Cara Menerapkan Etika Pergaulan dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk membangun pergaulan yang sehat, kita dapat menerapkan kebiasaan berikut:
Membiasakan mengucapkan salam ketika bertemu.
Menggunakan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” pada waktu yang tepat.
Mendengarkan orang lain tanpa memotong pembicaraan.
Menghargai perbedaan agama, pendapat, kebiasaan, dan kemampuan.
Menjaga rahasia serta tidak menyebarkan informasi pribadi orang lain.
Mengakui kesalahan dan bersedia memperbaikinya.
Memilih teman yang mendorong kita melakukan hal-hal positif.
Menjaga sopan santun, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Berpikir sebelum berbicara atau bertindak.
Membiasakan diri berdoa dan memohon bimbingan Allah SWT agar memiliki akhlak yang mulia.
Perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Membiasakan satu perilaku baik setiap hari dapat membantu membentuk karakter yang lebih santun dan bertanggung jawab.
7. Aktivitas Reflektif: “Sudahkah Aku Bersikap Santun?”
Anak-anakku, cobalah perhatikan beberapa situasi berikut.
Ketika guru sedang menjelaskan, apakah kamu mendengarkan atau justru berbicara sendiri?
Ketika teman melakukan kesalahan, apakah kamu membantu atau malah mengejeknya?
Ketika pendapatmu berbeda dengan teman, apakah kamu tetap berbicara dengan sopan?
Ketika menerima pesan yang menghina seseorang, apakah kamu ikut menyebarkannya atau memilih tidak terlibat?
Ketika melakukan kesalahan, apakah kamu berani meminta maaf?
Pilihlah satu kebiasaan yang masih perlu diperbaiki. Tuliskan tindakan nyata yang akan kamu lakukan mulai hari ini.
Contoh komitmen: “Saya akan membiasakan diri berbicara sopan, tidak mengejek teman, mendengarkan orang lain, dan meminta maaf apabila melakukan kesalahan.”
G. KEGIATAN LAYANAN
1. Kegiatan Pembuka
Guru BK membuka kegiatan dengan salam dan doa, menyampaikan tujuan layanan, serta mengajak peserta didik berbagi contoh perilaku sopan santun yang pernah mereka lakukan atau lihat.
2. Kegiatan Inti
Guru BK menjelaskan pengertian dan pentingnya etika pergaulan.
Peserta didik mengamati contoh situasi pergaulan di sekolah dan media sosial.
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan perilaku yang tepat.
Setiap kelompok mempraktikkan dialog singkat tentang cara menyampaikan pendapat, meminta maaf, atau menyelesaikan kesalahpahaman dengan santun.
Guru BK memberikan penguatan berdasarkan nilai-nilai Islam dan norma yang berlaku.
3. Kegiatan Penutup
Peserta didik menyimpulkan materi, menyampaikan satu hal yang dipelajari, dan menuliskan satu kebiasaan baik yang akan diterapkan selama satu minggu ke depan. Guru BK memberikan motivasi dan menutup kegiatan dengan doa serta salam.
H. REFLEKSI
Jawablah pertanyaan berikut secara jujur.
Apa yang saya pahami tentang etika pergaulan dan tata krama?
Mengapa saya harus menghormati orang lain meskipun memiliki pendapat yang berbeda?
Perilaku apa yang perlu saya perbaiki ketika bergaul dengan teman?
Bagaimana cara saya menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab?
Kebiasaan baik apa yang akan saya lakukan mulai hari ini?
I. PESAN PENUTUP
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Jadilah pelajar yang memiliki etika pergaulan dan tata krama yang baik. Hormatilah orang tua, sayangilah teman, hargailah guru, dan bersikaplah santun kepada siapa pun.
Ingatlah bahwa perkataan yang baik dapat menyenangkan hati orang lain, sedangkan perkataan yang buruk dapat menimbulkan luka dan perselisihan. Oleh karena itu, jagalah lisan, perilaku, dan tulisan kita, termasuk ketika menggunakan media sosial.
Jangan merasa hebat dengan merendahkan orang lain. Justru orang yang berakhlak mulia adalah orang yang mampu menghargai sesama, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki diri.
Mari kita jadikan sopan santun sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika diawasi guru atau orang tua. Semoga kita menjadi generasi yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, dan mampu menciptakan pergaulan yang aman, nyaman, serta penuh rasa hormat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.