A. IDENTITAS
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Guru | Yulian Wilyanus |
| Mata Pelajaran | Bimbingan Konseling |
| Hari/Tanggal | Selasa, 8 September 2026 |
| Fase/Kelas | D / VIII A, B |
| Judul Materi | Memanfaatkan AI dalam Pembelajaran dalam Situasi Erupsi Abu Vulkanik Anak Krakatau |
| Pertemuan Ke- | 9 |
B. CAPAIAN LAYANAN
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan mengembangkan potensi diri secara positif, memiliki kesadaran diri, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam layanan ini, peserta didik diarahkan untuk memahami situasi pembelajaran dalam kondisi tertentu, menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, bertanggung jawab, dan tetap mengutamakan keselamatan serta nilai-nilai agama.
C. TUJUAN LAYANAN
Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian Artificial Intelligence (AI) dan manfaatnya dalam pembelajaran.
- Mengidentifikasi berbagai cara menggunakan AI untuk membantu proses belajar.
- Memahami bahwa AI merupakan alat bantu belajar, bukan pengganti usaha dan tanggung jawab peserta didik.
- Menggunakan AI untuk mencari ide, memahami materi, membuat rangkuman, menyusun pertanyaan, dan berlatih soal.
- Mengetahui pentingnya memeriksa kebenaran informasi yang diberikan AI.
- Memahami etika penggunaan AI, termasuk tidak melakukan plagiarisme atau menyalin jawaban secara langsung.
- Mengetahui cara memanfaatkan AI dalam situasi pembelajaran yang terganggu oleh kondisi lingkungan, misalnya paparan abu vulkanik.
- Menunjukkan sikap tenang, adaptif, bertanggung jawab, dan tetap bersemangat belajar dalam berbagai situasi.
- Menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan nilai-nilai Islam, khususnya kewajiban menuntut ilmu dan menjaga keselamatan diri.
D. LAYANAN MENDALAM
1. Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu menyadari bahwa keadaan lingkungan dapat berubah dan memengaruhi proses pembelajaran. Dalam kondisi tertentu, seperti adanya abu vulkanik atau gangguan aktivitas sekolah, peserta didik perlu tetap tenang, memperhatikan informasi resmi, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta mencari alternatif belajar yang aman.
Peserta didik menyadari bahwa teknologi AI dapat membantu proses belajar, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan tidak menggantikan proses berpikir.
2. Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan pemanfaatan AI dengan kebutuhan belajar sehari-hari.
AI dapat dimanfaatkan untuk:
- menjelaskan materi yang sulit dipahami;
- membuat rangkuman;
- membuat contoh soal;
- membantu menemukan ide tugas;
- membuat jadwal belajar;
- melakukan latihan tanya jawab;
- membantu memahami istilah atau konsep;
- memberikan alternatif cara belajar.
Peserta didik memahami bahwa teknologi akan memberikan manfaat apabila digunakan untuk tujuan yang baik.
3. Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik terlibat aktif melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif, seperti:
- permainan “AI Boleh atau Tidak?”;
- praktik membuat prompt sederhana;
- simulasi menggunakan AI sebagai teman belajar;
- tantangan membuat rangkuman materi;
- diskusi kelompok tentang “Belajar Tetap Bisa Walaupun Situasi Berubah”;
- refleksi pribadi tentang kebiasaan menggunakan teknologi.
E. ALUR TUJUAN LAYANAN
1. Eksplorasi dan Identifikasi
Peserta didik diajak mengenali:
- apa yang dimaksud dengan AI;
- pengalaman mereka menggunakan AI;
- manfaat dan risiko AI;
- kondisi yang dapat mengganggu proses pembelajaran;
- kebutuhan belajar ketika pembelajaran tatap muka mengalami hambatan.
2. Analisis dan Kontekstualisasi
Peserta didik menganalisis berbagai situasi, misalnya:
“Jika kondisi lingkungan menyebabkan kegiatan belajar di sekolah harus disesuaikan, bagaimana kita tetap dapat belajar dengan aman dan efektif?”
Peserta didik kemudian menentukan bagaimana AI dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu pembelajaran.
3. Sintesis dan Rekonstruksi
Peserta didik mengolah kembali pemahaman tentang:
- manfaat AI;
- cara membuat pertanyaan/perintah yang baik kepada AI;
- cara memeriksa informasi;
- etika menggunakan AI;
- cara tetap belajar dalam situasi yang berubah;
- tanggung jawab sebagai pelajar Muslim dalam menggunakan teknologi.
F. MATERI PEMBELAJARAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
الـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.
Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, wassholaatu wassalaamu 'alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa Muhammadin, wa'ala aalihi washahbihi ajma'iin, wa man tabi'ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin. Amma ba'du.
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Dalam situasi dan kondisi tertentu, proses belajar dapat mengalami perubahan. Salah satunya apabila terjadi gangguan lingkungan, seperti adanya abu vulkanik akibat aktivitas gunung api.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti bahwa semangat belajar harus berhenti. Kita perlu mampu beradaptasi, menjaga keselamatan, memanfaatkan teknologi, dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan kita.
Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah Artificial Intelligence (AI).
1. Pengertian Artificial Intelligence (AI)
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau sistem digital melakukan tugas tertentu yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia, seperti memahami bahasa, memberikan informasi, mengenali pola, membuat rangkuman, dan membantu menyelesaikan masalah.
Dalam pembelajaran, AI dapat menjadi asisten belajar.
Contohnya:
“Jelaskan materi fotosintesis dengan bahasa yang mudah dipahami siswa kelas 8.”
“Buatkan 10 soal latihan tentang sistem pernapasan manusia beserta jawabannya.”
“Bantu saya membuat rangkuman materi IPS tentang perubahan sosial.”
Namun, jawaban AI tetap harus dipelajari, diperiksa, dan dipahami oleh peserta didik.
2. Memanfaatkan AI untuk Pembelajaran
AI dapat digunakan sebagai teman belajar untuk:
a. Memahami materi yang sulit
Jika peserta didik belum memahami suatu materi, AI dapat diminta menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.
b. Membuat rangkuman
AI dapat membantu merangkum materi panjang menjadi poin-poin penting.
c. Membuat latihan soal
Peserta didik dapat meminta AI membuat soal latihan sesuai materi yang sedang dipelajari.
d. Mencari ide
AI dapat membantu mencari ide untuk tugas, proyek, presentasi, atau diskusi.
e. Belajar secara mandiri
Ketika pembelajaran harus dilakukan dari rumah karena kondisi tertentu, AI dapat membantu peserta didik belajar secara mandiri.
f. Membantu membuat jadwal belajar
AI dapat membantu menyusun jadwal belajar berdasarkan waktu dan target yang dimiliki.
3. AI Bukan Pengganti Guru dan Bukan Pengganti Otak Kita
Peserta didik harus memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti guru dan bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.
Contoh penggunaan yang baik:
“Saya belum memahami materi ini. Tolong jelaskan dengan bahasa sederhana dan berikan contoh.”
Contoh penggunaan yang kurang baik:
“Kerjakan tugas saya semuanya. Saya tinggal menyalin.”
Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti:
Tanya → Pahami → Periksa → Olah → Kerjakan → Evaluasi.
Bukan:
Tanya → Salin → Kumpulkan.
4. Pentingnya Memeriksa Informasi dari AI
AI tidak selalu memberikan jawaban yang benar. Oleh karena itu, peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis.
Sebelum mempercayai informasi dari AI, lakukan:
1. Periksa sumber
Cari informasi dari sumber yang terpercaya.
2. Bandingkan informasi
Jangan hanya mengandalkan satu jawaban.
3. Perhatikan konteks
Pastikan jawaban sesuai dengan pertanyaan dan keadaan yang sebenarnya.
4. Tanyakan kepada guru
Jika masih ragu, tanyakan kepada guru atau orang yang lebih memahami.
Ingat: AI bisa membantu memberikan jawaban, tetapi manusia tetap bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
5. Memanfaatkan AI dalam Situasi Abu Vulkanik
Dalam kondisi lingkungan yang terganggu oleh abu vulkanik, peserta didik harus mengutamakan keselamatan.
AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, misalnya:
- membuat rangkuman materi yang tertinggal;
- membantu memahami materi pelajaran;
- membuat latihan soal di rumah;
- membuat jadwal belajar;
- membantu mencari ide tugas;
- membantu menyusun pertanyaan untuk guru;
- membantu belajar secara mandiri ketika pembelajaran dilakukan dari rumah.
Namun, AI bukan sumber utama informasi keselamatan atau kebencanaan.
Untuk informasi tentang kondisi gunung api, kualitas udara, sekolah, maupun keputusan aktivitas masyarakat, peserta didik harus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, sekolah, dan orang tua/wali.
Jangan menggunakan AI untuk menebak apakah suatu kondisi bencana aman atau tidak.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama.
6. Adab dan Etika Menggunakan AI
Sebagai pelajar dan seorang Muslim, penggunaan AI harus disertai akhlak yang baik.
Gunakan AI untuk:
- belajar;
- mencari pengetahuan;
- meningkatkan kreativitas;
- membantu menyelesaikan masalah;
- mengembangkan kemampuan diri.
Hindari menggunakan AI untuk:
- menyontek;
- melakukan plagiarisme;
- menyebarkan berita palsu;
- membuat informasi yang menyesatkan;
- merugikan orang lain;
- melakukan perundungan;
- membagikan data pribadi secara sembarangan.
Prinsip sederhana:
“Gunakan teknologi dengan cerdas, gunakan untuk kebaikan, dan tetap bertanggung jawab.”
7. Landasan Al-Qur'an
a. Perintah untuk membaca dan belajar
Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-'Alaq: 1)
Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya membaca, belajar, dan mencari ilmu.
Teknologi, termasuk AI, dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu manusia memperoleh pengetahuan.
b. Allah meninggikan derajat orang berilmu
Allah SWT berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Karena itu, teknologi hendaknya digunakan untuk meningkatkan ilmu dan kualitas diri.
c. Menghadapi ujian dengan kesabaran
Allah SWT berfirman:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian. Sikap yang harus dikembangkan adalah sabar, berikhtiar, menjaga diri, dan tidak mudah menyerah.
8. Pesan Utama Materi
Dari pembelajaran hari ini kita dapat mengambil beberapa pesan:
- Belajar tidak boleh berhenti hanya karena keadaan berubah.
- Keselamatan tetap menjadi prioritas.
- AI dapat membantu proses belajar.
- AI bukan pengganti guru dan bukan pengganti proses berpikir.
- Informasi dari AI harus diperiksa kebenarannya.
- Gunakan AI secara jujur dan bertanggung jawab.
- Jangan menggunakan AI untuk menyontek atau merugikan orang lain.
- Sebagai pelajar Muslim, teknologi harus digunakan untuk kebaikan.
- Jadilah pelajar yang adaptif, kreatif, kritis, dan berakhlak.
G. KEGIATAN PESERTA DIDIK
Aktivitas 1 – “AI Boleh atau Tidak?”
Guru membacakan beberapa situasi. Peserta didik menentukan apakah penggunaan AI tersebut tepat atau tidak tepat.
| Situasi | Tepat/Tidak | Alasan |
|---|---|---|
| Meminta AI menjelaskan materi yang belum dipahami | ||
| Menyalin seluruh jawaban AI untuk dikumpulkan sebagai tugas sendiri | ||
| Meminta AI membuat soal latihan | ||
| Menggunakan AI untuk membuat berita palsu tentang erupsi | ||
| Meminta AI membantu membuat jadwal belajar | ||
| Memeriksa informasi AI melalui sumber resmi |
Aktivitas 2 – Latihan Membuat Prompt
Peserta didik membuat satu pertanyaan/perintah kepada AI yang berkaitan dengan pembelajaran.
Contoh:
“Saya siswa kelas 8 SMP. Jelaskan materi tekanan zat dengan bahasa sederhana dan berikan tiga contoh dalam kehidupan sehari-hari.”
Peserta didik kemudian mencoba memperbaiki prompt agar semakin jelas.
Rumus sederhana membuat prompt:
Siapa saya + apa yang saya butuhkan + materi/topik + bentuk jawaban yang diinginkan.
Aktivitas 3 – Tantangan “Belajar Tetap Jalan”
Bayangkan pembelajaran harus dilakukan dari rumah karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.
Diskusikan bersama kelompok:
“Bagaimana cara kita tetap belajar dengan memanfaatkan AI tanpa mengabaikan keselamatan dan arahan dari sekolah?”
Tuliskan minimal 5 langkah.
H. REFLEKSI
Lengkapi kalimat berikut:
- Hari ini saya memahami bahwa AI adalah ............................................
- Manfaat AI yang paling berguna bagi saya adalah ...................................
- Hal yang harus saya lakukan sebelum mempercayai jawaban AI adalah ........
- Saya tidak boleh menggunakan AI untuk ...................................................
- Jika kondisi lingkungan mengganggu pembelajaran, saya akan ....................
- Setelah mengikuti layanan ini, saya ingin memperbaiki kebiasaan ................
- Sebagai pelajar Muslim, saya akan menggunakan teknologi untuk .................
Refleksi pribadi:
“Teknologi akan menjadi bermanfaat apabila saya menggunakannya dengan...”
....................................................................................
I. PESAN PENUTUP
Anak-anakku,
Jadilah pelajar yang cerdas dalam menggunakan teknologi, kritis dalam menerima informasi, kreatif dalam belajar, bijak dalam bertindak, dan kuat menghadapi perubahan.
Jangan takut menghadapi situasi yang berubah. Ketika keadaan tidak memungkinkan kita belajar dengan cara biasa, carilah cara yang lebih baik dan tetap aman.
Manfaatkan teknologi AI sebagai alat untuk membantu belajar, bukan sebagai jalan pintas untuk menghindari belajar.
Ingatlah:
“AI dapat membantu kita menemukan jawaban, tetapi kita tetap harus belajar untuk memahami kebenaran.”
Semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin mampu menghadapi berbagai situasi, tetap semangat menuntut ilmu, menjaga keselamatan, serta dapat memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.