Selasa, 28 Juli 2026

Mengembangkan Soft Skill




Nama Guru : Yulian Wilyanus

Mapel Diampu : Bimbingan Konseling
Hari/Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026
Materi : Mengembangkan Soft Skill


A. TUJUAN LAYANAN

Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian soft skill dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengenali berbagai jenis soft skill yang perlu dimiliki oleh pelajar.
  3. Menyadari pentingnya mengembangkan soft skill sejak usia sekolah.
  4. Menerapkan perilaku yang mencerminkan soft skill yang baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
  5. Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam membangun karakter dan keterampilan sosial.

B. LANDASAN AL-QUR'AN DAN HADIS

Firman Allah SWT

QS. Ali Imran ayat 159

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu...."

Makna:
Ayat ini mengajarkan pentingnya sikap lembut, mampu berkomunikasi dengan baik, menghargai orang lain, serta mampu bekerja sama. Semua sikap tersebut merupakan bagian dari soft skill yang harus dimiliki seorang muslim.


Hadis Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."

(HR. At-Tirmidzi)

Makna:
Akhlak mulia merupakan bentuk soft skill yang paling utama. Orang yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan baik akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dan kesuksesan.


C. MATERI

Apa itu Soft Skill?

Soft skill adalah kemampuan nonteknis yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi, berpikir, mengendalikan diri, serta bekerja sama dengan orang lain.

Soft skill berbeda dengan hard skill.

  • Hard Skill adalah kemampuan teknis, misalnya menghitung, mengoperasikan komputer, atau menguasai pelajaran tertentu.
  • Soft Skill adalah kemampuan mengelola diri dan berhubungan dengan orang lain.

Kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu menyelesaikan masalah.


Mengapa Soft Skill Penting?

Soft skill membantu peserta didik untuk:

  • memiliki banyak teman;
  • mudah bekerja dalam kelompok;
  • menjadi pribadi yang percaya diri;
  • mampu menyampaikan pendapat dengan sopan;
  • mampu menyelesaikan konflik tanpa kekerasan;
  • menjadi pribadi yang bertanggung jawab;
  • siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa depan.

Jenis-Jenis Soft Skill

1. Komunikasi

Kemampuan menyampaikan pendapat dengan jelas dan sopan.

Contoh:

  • berbicara santun kepada guru;
  • mendengarkan ketika teman berbicara;
  • tidak memotong pembicaraan.

2. Kerja Sama

Kemampuan bekerja bersama orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh:

  • aktif saat kerja kelompok;
  • saling membantu;
  • menghargai pendapat teman.

3. Tanggung Jawab

Menyelesaikan tugas dengan baik tanpa harus selalu diingatkan.

Contoh:

  • mengerjakan PR;
  • menjaga kebersihan kelas;
  • datang tepat waktu.

4. Disiplin

Mampu mematuhi aturan dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Contoh:

  • memakai seragam sesuai aturan;
  • hadir tepat waktu;
  • menaati tata tertib sekolah.

5. Percaya Diri

Berani menunjukkan kemampuan tanpa merasa rendah diri.

Contoh:

  • presentasi di depan kelas;
  • bertanya kepada guru;
  • mengikuti lomba.

6. Kepemimpinan

Kemampuan mengarahkan diri sendiri maupun orang lain menuju tujuan yang baik.

Contoh:

  • menjadi ketua kelompok;
  • membantu teman;
  • memberi contoh perilaku baik.

7. Manajemen Emosi

Mampu mengendalikan kemarahan, kesedihan, dan rasa kecewa.

Contoh:

  • tidak mudah marah;
  • berpikir sebelum bertindak;
  • meminta maaf ketika salah.

8. Berpikir Kritis dan Kreatif

Mampu menemukan solusi terhadap masalah.

Contoh:

  • memberikan ide saat diskusi;
  • mencari solusi ketika mengalami kesulitan belajar.

Cara Mengembangkan Soft Skill

Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  1. Membiasakan berkata jujur.
  2. Menghormati guru, orang tua, dan teman.
  3. Berlatih berbicara di depan umum.
  4. Aktif mengikuti organisasi sekolah.
  5. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
  6. Belajar menerima kritik dan saran.
  7. Menolong teman yang membutuhkan.
  8. Membiasakan disiplin.
  9. Menjadi pendengar yang baik.
  10. Terus belajar memperbaiki diri setiap hari.

Manfaat Soft Skill

Peserta didik yang memiliki soft skill yang baik akan:

  • lebih mudah bergaul;
  • disukai teman dan guru;
  • mampu memimpin;
  • lebih percaya diri;
  • memiliki akhlak yang baik;
  • lebih mudah mencapai cita-cita;
  • siap menghadapi tantangan masa depan.

D. KEGIATAN DISKUSI

Jawablah pertanyaan berikut secara berkelompok:

  1. Soft skill apa yang menurut kalian paling penting dimiliki seorang pelajar?
  2. Mengapa komunikasi yang baik sangat penting?
  3. Apa yang akan terjadi jika seseorang tidak mampu bekerja sama?
  4. Soft skill apa yang masih perlu kalian tingkatkan?
  5. Tuliskan tiga cara untuk mulai mengembangkan soft skill mulai hari ini.

E. REFLEKSI

Renungkan pertanyaan berikut.

  • Apakah saya sudah menjadi pendengar yang baik?
  • Apakah saya mudah bekerja sama?
  • Apakah saya bertanggung jawab terhadap tugas sekolah?
  • Soft skill apa yang paling ingin saya perbaiki?

Tuliskan satu komitmen yang akan dilakukan mulai hari ini.

"Saya berkomitmen untuk .........................................................................."


F. EVALUASI

Peserta didik dinilai berdasarkan:

  • Keaktifan mengikuti layanan.
  • Partisipasi dalam diskusi.
  • Kemampuan menjawab pertanyaan.
  • Sikap selama kegiatan berlangsung.
  • Komitmen untuk menerapkan soft skill dalam kehidupan sehari-hari.

G. PENUTUP

Soft skill merupakan bekal penting dalam meraih keberhasilan, baik di sekolah maupun di masa depan. Kecerdasan akademik memang penting, namun akan menjadi lebih bermakna jika disertai dengan karakter yang baik, kemampuan bekerja sama, komunikasi yang santun, tanggung jawab, disiplin, serta akhlak mulia sesuai tuntunan Islam. Oleh karena itu, marilah kita terus melatih dan mengembangkan soft skill setiap hari agar menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi orang lain.

MENGENAL PUBERTAS

Mapel Diampu    : Bimbingan dan Konseling
Hari/Tanggal      : Selasa, 28 Juli 2026
Kelas                      : VIII.
Materi                     : Mengenal puberitas erdasarkan al-quran dan hadist

Tujuan Layanan    :  Setelah mengikuti bimbingan klasikal ini, peserta didik diharapkan mampu:
  1. Menjelaskan pengertian baligh dan mengenali tanda-tanda pubertas pada laki-laki dan perempuan.

  2. Memahami dalil Al-Qur'an dan Hadis yang berkaitan dengan kedewasaan.

  3. Menyadari perubahan status menjadi mukallaf (individu yang sudah terbebani kewajiban agama).

  4. Mengetahui tata cara bersuci (mandi wajib/junub) dengan benar.

  5. Mengelola perubahan emosi serta menjaga adab pergaulan islami di masa pubertas.

Materi Pokok

1. Pengertian Pubertas (Baligh) dalam Islam

Dalam Islam, pubertas dikenal dengan istilah Baligh. Secara bahasa, baligh berarti "sampai" atau "mencapai". Secara istilah, baligh adalah fase di mana seorang anak telah mencapai usia kedewasaan fisik dan mental, sehingga ia mulai dibebani kewajiban syariat (Taklif). Individu yang sudah baligh disebut sebagai Mukallaf.

2. Tanda-Tanda Baligh (Pubertas)

Berdasarkan tinjauan fiqih, tanda-tanda seorang anak telah memasuki usia pubertas dibedakan menjadi:

  • Bagi Laki-laki: Ditandai dengan Ihtilam (mimpi basah) yang mengeluarkan air mani, baik terjadi saat tidur maupun sadar.

  • Bagi Perempuan: Ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi).

  • Batas Usia (Jika tidak ada tanda fisik): Jika hingga usia 15 tahun (menurut perhitungan kalender Hijriah) seorang anak belum mengalami ihtilam atau haid, maka ia otomatis dihukumi sudah baligh.

3. Landasan Al-Qur'an dan Hadis

Perubahan fase kehidupan ini sangat diperhatikan dalam Islam, sebagaimana termaktub dalam dalil-dalil berikut:

  • Al-Qur'an (Surah An-Nur Ayat 59):

    "Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin..." Ayat ini menegaskan bahwa anak yang sudah baligh memiliki batasan privasi dan aturan adab yang baru di dalam keluarga dan masyarakat.

  • Hadis Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:

    "Pena (catatan amal dan dosa) diangkat dari tiga golongan: dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia ihtilam (baligh), dan dari orang gila sampai ia berakal." Hadis ini adalah kunci utama. Artinya, sebelum baligh, kesalahan anak tidak dicatat sebagai dosa. Namun begitu masuk masa puber, "pena malaikat mulai menulis"—semua amal baik dan buruk ditanggung sendiri, bukan lagi oleh orang tua.

4. Konsekuensi Menjadi Mukallaf

Memasuki masa puber berarti memikul tanggung jawab penuh di hadapan Allah SWT. Beberapa kewajiban mutlak yang harus dijaga:

  • Kewajiban Ibadah Mahdhah: Shalat lima waktu tidak boleh lagi ditinggalkan, serta wajib berpuasa penuh di bulan Ramadhan.

  • Kewajiban Menutup Aurat:

    • Laki-laki: Antara pusar hingga lutut.

    • Perempuan: Seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Penggunaan hijab menjadi wajib.

  • Tanggung Jawab Dosa & Pahala: Setiap ucapan, perbuatan, dan isi media sosial yang dibuat akan dihisab atas nama diri sendiri.

5. Tata Cara Bersuci (Thaharah)

Ketika mengalami mimpi basah atau selesai dari masa haid, seseorang berada dalam keadaan hadas besar. Tidak sah shalat atau membaca Al-Qur'an sebelum melakukan Mandi Wajib (Mandi Junub). Rukun Mandi Wajib:

  1. Niat: Meniatkan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.

  2. Meratakan air ke seluruh tubuh: Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, pastikan tidak ada bagian tubuh (termasuk lipatan kulit) yang terlewat dari air bersih.

6. Menyikapi Emosi dan Menjaga Pergaulan

Masa puber identik dengan gejolak hormon yang menyebabkan perubahan emosi (mudah marah, sensitif) dan mulai munculnya ketertarikan pada lawan jenis. Cara Islam menuntun masa ini:

  • Ghadhul Bashar (Menjaga Pandangan): Sesuai perintah Allah dalam QS. An-Nur: 30-31, baik laki-laki maupun perempuan wajib menundukkan pandangan dari hal-hal yang membangkitkan syahwat, termasuk dari tontonan di internet atau gadget.

  • Menjaga Batasan Pergaulan (Ikhtilat): Hindari berduaan dengan lawan jenis (khalwat) yang bukan mahram.

  • Fokus pada Karya dan Prestasi: Alihkan energi pubertas yang melimpah pada hobi yang positif, olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, dan memperdalam ilmu agama.

  • LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIMBINGAN KLASIKAL

    Tema: Menyambut Masa Baligh dengan Bijak dan Taqwa

    Nama Siswa : __________________________

    Kelas/No. Absen : __________________________

    Tanggal : __________________________

    BAGIAN 1: PEMAHAMAN KONSEP (CEK REKREASI)

    Petunjuk: Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat berdasarkan materi yang telah disampaikan.

    1. Secara bahasa, Baligh berasal dari kata balagha yang berarti _______________.

    2. Dalam Islam, seseorang yang sudah baligh dan sudah dikenai beban hukum syariat disebut sebagai _______________.

    3. Sebutkan 3 tanda seseorang sudah masuk masa baligh:

      • a. __________________________________________________

      • b. __________________________________________________

      • c. __________________________________________________

    4. Berdasarkan HR. Abu Dawud, "Pena pencatat amal" mulai mencatat per

Kamis, 23 Juli 2026

 Nama Guru         : Yulian Wilyanus, S.Ag.

Mapel Diampu    : Bimbingan dan Konseling
Hari/Tanggal      : Rabu, 23 Juli 2026
Kelas                      : VII. D
Materi                     : Orientasi Belajar di kelas baru

Tujuan Layanan    : Peserta didik mampu memilih prilaku belajar yang positif dan mampu menentukan kiat-kiat suksek belajar di kelas baru 

Materi : 

Apa Itu Orientasi Belajar?

Orientasi belajar adalah proses mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, cara belajar, serta membangun kebiasaan yang baik agar siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan nyaman, percaya diri, dan berprestasi.

Sebagai seorang muslim, belajar merupakan bagian dari ibadah. Allah SWT berfirman:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq: 1)

Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW diawali dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk terus belajar dan menambah ilmu.

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim."
(HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, menjadi siswa baru di SMP Al-Azhar adalah kesempatan untuk memulai perjalanan menuntut ilmu dengan penuh semangat dan tanggung jawab.


Tantangan di Sekolah Baru

Sebagai siswa baru, kalian mungkin akan menghadapi beberapa perubahan, seperti:

  • Bertemu teman-teman baru.
  • Mengenal guru-guru baru.
  • Menyesuaikan diri dengan jadwal pelajaran.
  • Memahami tata tertib sekolah.
  • Belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Perubahan tersebut merupakan hal yang wajar. Hadapilah dengan sikap percaya diri, optimis, dan terbuka untuk belajar dari pengalaman.


Tips Sukses Belajar di Sekolah Baru

Agar dapat belajar dengan baik di lingkungan baru, lakukan hal-hal berikut.

1. Datang tepat waktu dan disiplin.
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam belajar.

2. Hormati guru, orang tua, dan teman.
Sikap sopan santun akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan penuh keberkahan.

3. Aktif bertanya dan berpartisipasi di kelas.
Jangan takut bertanya apabila ada materi yang belum dipahami.

4. Rajin belajar dan mengerjakan tugas tepat waktu.

5. Memilih teman yang membawa pengaruh positif.

6. Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

7. Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Allah SWT berfirman:

"...Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT.


Menjadi Pelajar Al-Azhar yang Berkarakter

Sebagai siswa SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung, kita diharapkan menjadi pelajar yang:

  • Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
  • Berakhlak mulia.
  • Disiplin dan bertanggung jawab.
  • Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
  • Menghormati guru, orang tua, dan teman.
  • Peduli terhadap lingkungan.
  • Gemar belajar dan berprestasi.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.


Jika Mengalami Kesulitan

Tidak semua proses adaptasi berjalan dengan mudah. Jika mengalami kesulitan dalam belajar, berteman, atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada:

  • Orang tua.
  • Wali kelas.
  • Guru mata pelajaran.
  • Guru Bimbingan dan Konseling.
  • Teman yang dapat dipercaya.

Selain itu, biasakan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu.

"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
(QS. Taha: 114)

Doa tersebut mengajarkan bahwa seorang pelajar hendaknya selalu memohon kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan kemudahan dalam belajar.


Kesimpulan

Sekolah baru adalah awal perjalanan untuk meraih ilmu, pengalaman, dan membentuk karakter. Dengan niat yang ikhlas, semangat belajar, disiplin, serta akhlak yang baik, setiap siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang berprestasi dan bermanfaat.

Mari jadikan belajar sebagai ibadah, hormati guru, sayangi teman, patuhi aturan sekolah, dan terus berusaha menjadi pelajar yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung.

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)

Selasa, 21 Juli 2026

Orientasi Belajar di Sekolah Baru

Nama Guru         : Yulian Wilyanus, S.Ag.
Mapel Diampu    : Bimbingan dan Konseling
Hari/Tanggal       : Rabu, 22 Juli 2026
Kelas                    : VII
Materi                  : Orientasi Belajar di Sekolah Baru


ORIENTASI BELAJAR DI SEKOLAH BARU

Tujuan Layanan

Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Mengenal lingkungan sekolah dengan baik.
  • Beradaptasi dengan guru, teman, dan budaya sekolah.
  • Menumbuhkan semangat belajar yang positif.
  • Menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia dalam kehidupan sekolah.

Apa Itu Orientasi Belajar?

Orientasi belajar adalah proses mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, cara belajar, serta membangun kebiasaan yang baik agar siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan nyaman, percaya diri, dan berprestasi.

Sebagai seorang muslim, belajar merupakan bagian dari ibadah. Allah SWT berfirman:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq: 1)

Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW diawali dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk terus belajar dan menambah ilmu.

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim."
(HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, menjadi siswa baru di SMP Al-Azhar adalah kesempatan untuk memulai perjalanan menuntut ilmu dengan penuh semangat dan tanggung jawab.


Tantangan di Sekolah Baru

Sebagai siswa baru, kalian mungkin akan menghadapi beberapa perubahan, seperti:

  • Bertemu teman-teman baru.
  • Mengenal guru-guru baru.
  • Menyesuaikan diri dengan jadwal pelajaran.
  • Memahami tata tertib sekolah.
  • Belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Perubahan tersebut merupakan hal yang wajar. Hadapilah dengan sikap percaya diri, optimis, dan terbuka untuk belajar dari pengalaman.


Tips Sukses Belajar di Sekolah Baru

Agar dapat belajar dengan baik di lingkungan baru, lakukan hal-hal berikut.

1. Datang tepat waktu dan disiplin.
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam belajar.

2. Hormati guru, orang tua, dan teman.
Sikap sopan santun akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan penuh keberkahan.

3. Aktif bertanya dan berpartisipasi di kelas.
Jangan takut bertanya apabila ada materi yang belum dipahami.

4. Rajin belajar dan mengerjakan tugas tepat waktu.

5. Memilih teman yang membawa pengaruh positif.

6. Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

7. Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Allah SWT berfirman:

"...Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT.


Menjadi Pelajar Al-Azhar yang Berkarakter

Sebagai siswa SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung, kita diharapkan menjadi pelajar yang:

  • Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
  • Berakhlak mulia.
  • Disiplin dan bertanggung jawab.
  • Jujur dalam perkataan dan perbuatan.
  • Menghormati guru, orang tua, dan teman.
  • Peduli terhadap lingkungan.
  • Gemar belajar dan berprestasi.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.


Jika Mengalami Kesulitan

Tidak semua proses adaptasi berjalan dengan mudah. Jika mengalami kesulitan dalam belajar, berteman, atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada:

  • Orang tua.
  • Wali kelas.
  • Guru mata pelajaran.
  • Guru Bimbingan dan Konseling.
  • Teman yang dapat dipercaya.

Selain itu, biasakan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu.

"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
(QS. Taha: 114)

Doa tersebut mengajarkan bahwa seorang pelajar hendaknya selalu memohon kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan kemudahan dalam belajar.


Kesimpulan

Sekolah baru adalah awal perjalanan untuk meraih ilmu, pengalaman, dan membentuk karakter. Dengan niat yang ikhlas, semangat belajar, disiplin, serta akhlak yang baik, setiap siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang berprestasi dan bermanfaat.

Mari jadikan belajar sebagai ibadah, hormati guru, sayangi teman, patuhi aturan sekolah, dan terus berusaha menjadi pelajar yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung.

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)

Senin, 13 Juli 2026

pengenalan tata tertib sekolah dan budaya positif 6 S

 Materi MPLS: Tata Tertib Sekolah & Budaya Positif 6S

oleh : Yulian Wilyanus, S. Ag.

1. Pengenalan Tata Tertib Sekolah
Tata tertib bukan sekadar larangan. Tata tertib adalah panduan agar seluruh warga sekolah dapat belajar dengan nyaman dan saling menghormati.
📋 Aspek Utama Tata Tertib
  • Kehadiran: Datang tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi.
  • Kerapian: Memakai seragam lengkap sesuai hari, atribut rapi, dan rambut tidak gondrong/diwarnai.
  • Perilaku: Dilarang melakukan perundungan (bullying), membawa sajam, rokok, atau zat terlarang.
  • Penggunaan Gadget: HP hanya digunakan saat instruksi guru atau jam istirahat. [1, 2]
⚠️ Sanksi Pelanggaran
  • Teguran Lisan: Untuk pelanggaran ringan pertama.
  • Pernyataan Tertulis: Surat perjanjian jika pelanggaran berulang.
  • Pemanggilan Orang Tua: Untuk koordinasi penanganan perilaku siswa.

2. Budaya Positif 6S
Budaya 6S adalah Fondasi karakter unggul di sekolah. Budaya ini wajib diterapkan oleh seluruh siswa kepada guru, staf, sesama teman, dan tamu sekolah.
✨ Istilah dan Penerapan 6S
  • Senyum: Menunjukkan wajah yang ramah dan energi positif saat berpapasan dengan orang lain.
  • Salam: Mengucapkan salam sesuai agama/waktu (misal: "Assalamualaikum" atau "Selamat Pagi").
  • Sapa: Menegur dengan sopan seperti menanyakan kabar singkat atau menyebut nama.
  • Sopan: Berperilaku santun, menghormati yang lebih tua, dan menghargai teman sebaya.
  • Santun: Menggunakan bahasa yang baik, tidak kasar, dan menjaga volume suara.
  • Sukur (Syukur): Terbiasa berterima kasih atas bantuan orang lain dan menghargai hal-hal kecil. [1]

3. Strategi Penerapan di Kelas dan Lingkungan Sekolah
  • Kesepakatan Kelas: Membuat aturan bersama wali kelas di hari pertama sekolah.
  • Kampanye 6S: Menjadikan perilaku 6S sebagai kebiasaan harian, bukan hanya saat MPLS.
  • Pemberian Contoh: Guru dan pengurus OSIS menjadi teladan utama dalam menerapkan 6S.

Selasa, 28 April 2026

Tips Menghadapi ujian

 Nama Guru            : Yulian Wilyanus

- Mapel Diampu       : Bimbingan dan Konseling

- Hari/Tanggal          : Rabu, 29 April 2026

- Kelas                      : IX.

- Materi                    : Menghadapi ujian

Tujuan Layanan        :  Peserta didik dapat belajar mempersiapkan diri serta tidak merasa stress dan gugup dalam menghadapi ujian

MATERI                        : 

  1. Pengertian Ujian

 

          Ujian adalah suatu kegiatan yang mutlak dilaksanakan dalam rangka mengukur kemampuan dan penguasaan materi yang telah diberikan dalam jangka waktu tertentu. Karena ujian adalah salah satu kegiatan guru, maka siswa yang telah diberikan materi pelajaran dituntut untuk harus mempersiapkan diri sedini mungkin agar tidak mengalami kesulitan saat menghadapi ujian. Siswa tidak dapat mengharapkan nilai yang bagus tanpa adanya usaha untuk belajar. Oleh karena itu, mempersiapkan diri merupakan taktik dalam menghadapi ujian.

 

  1. Cara Belajar Efektif dan Efisien Menjelang Ujian

Cara belajar yang efektif dan efisien dirumah sekolah dan lingkungan masyarakat :

1.    Cara belajar di sekolah

a.    Dalam proses pembelajaran  didalam kelas yaitu :

§   Menyiapkan diri sebelum guru masuk, seperti alat-alat  tulis, buku mata pelajaran

§   Berdo’a sebelum pelajaran di mulai

§   Memperhatikan penjelasan guru

§   Bertanya kepada guru jika kurang memahami

§   Mendiskusikan dengan teman tentang materi yang di bahas guru tadi

§   Mencatat dan membuat kesimpulan.

b.    Belajar mandiri/sendiri

c.    Belajar dengan kelompok.

 

2.    Cara belajar di rumah

a.    Mengatur waktu belajar

b.    Mengulang atau menghafal pelajaran

c.    Membuat ringkasan

d.    Membaca dengan baik

e.    Mengerjakan tugas dan latihan yang diberikan oleh guru di sekolah.

 

3.    Cara belajar di lingkungan masyarakat.

a.    Belajar berorganisasi

b.    Belajar mengendalikan diri, disiplin, berkomunikasi bergaul dan belajar memotivasi diri dan prang lain

c.    Belajar mempunyai kepercayaan diri sendiri dan bertanggung jawab

d.    Belajar dengan memberikan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya dan menghargai orang lain.

 

  1. Tips Belajar Efektif dan Efisien

Untuk mendapatkan hasil yang baik kita harus belajar dengan giat. Tidak hanya giat dalam belajar, tapi kita harus menerapkan tips cara belajar efektif yang dapat mempercepat ilmu yang kita pelajari dengan cepat, dengan cepatnya suatu ilmu yang kita pelajari, akan menghemat waktu serta tenaga. Banyak cara belajar efektif yang dapat meningkatkan prestasi kita dalam dunia pendidikan, berikut ini tipsbelajar efektif yang dapat Anda terapkan:

1.    Rangkumlah materi pokok yang ada pada buku Anda hingga menjadi sebuah ringkasan, karena materi pokoknya merupakan inti dari meteri yang sedang dibahas, dengan merangkum hingga menjadi sebuah ringkasan maka Anda dapat memahami pokok bahan yang sedang Anda pelajari.

2.    Aktif saat belajar. Mengapa kita harus aktif saat belajar ? karena disaat disaat kita menanyakan apa yang kita tidak tahu kepada bapak atau ibu guru/dosen, kita lebih mudah mengerti karena fokus kita akan tertuju pada pengajar yang mengajarkan yang membuat kita lebih cepat mengerti. Karena kalo kita tidak aktif, mungkin saja ada penyampaian yang kita lewatkan karena kita sedang melamun atau ngobrol dengan teman kita, karena melamun dan ngobrol ini kebanyakan orang melewatkan sesuatu yang penting yang diberitahukan guru atau dosen untuk Anda.

3.    Belajarlah secara kelompok. Cara belajar ini juga cukup efektif, karena dengan belajar kelompok Anda dapat bertukar pikiran dengan teman Anda, karena masing-masing orang punya pendapat yang berbeda yang dapat disatukan. Akan tetapi disaat belajar kelompok diharapkan fokus pada pelajar, jika tidak belajar kelompok hanya sia-sia.

4.    Kedisiplinan. Ini merupakan salah kunci keberhasilan Anda tanpa kedisiplinan yang tinggi, apapun yang Anda pelajarin mustahil untuk mencapainya hingga maksimal. Untuk melatih kedisiplinan, latihlah dari hal yang terkecil yang mungkin dapat Anda lakukan, jika Anda sudah terbiasa, maka akan dengan mudah membuat Anda disiplin diberbagai macam kegiatan.

5.    Belajar Dari Internet. Jika Anda kesulitan dalam mencari materi yang Anda inginkan, Anda dapat mencarinya diinternet jika Anda mempunyai akses internet jika tidak punya akses internet Anda dapat mengaksesnya di warnet, karena warnet sudah bisa Anda temui dengan mudah dikota kecil atau besar. Di internet Anda bisa memperoleh berbagai informasi dari gratis seperti Wikipedia atau berbayar seperti toko buku online.


Evaluasi :

1. Menurutmu pentingkah mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian? Jelaskan

2. Apa yang sudah kalian lakukan agar kalian lebih siap dalam menghadapi ujian sekolah?

3. Buatlah bahan kampanye tentang pentingnya mempersiapkan diri dalam menhadapi ujian  dalam bentuk video/infografis, poster/artikel dan lain-lain, kemudian upload di socil media untuk menginspirasi temanmu.


 


Mengembangkan Soft Skill

Nama Guru : Yulian Wilyanus Mapel Diampu : Bimbingan Konseling Hari/Tanggal : Selasa, 28 Juli 2026 Materi : Mengembangkan Soft Skill A. ...