A. IDENTITAS
Komponen | Keterangan |
|---|---|
Nama Guru | Yulian Wilyanus |
Mata Pelajaran | Bimbingan Konseling |
Hari/Tanggal | Selasa, 3 November 2026 |
Fase/Kelas | D / 7 A dan E |
Judul Materi | Anti-Bullying (Pencegahan Perundungan) |
Pertemuan Ke- | Disesuaikan dengan program layanan |
B. CAPAIAN LAYANAN
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami dan mengembangkan potensi diri secara positif, memiliki kesadaran diri, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam layanan ini, peserta didik diarahkan untuk memahami pengertian bullying, mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampak negatifnya, serta mengembangkan sikap saling menghargai, peduli, dan bertanggung jawab dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
C. TUJUAN LAYANAN
Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian bullying atau perundungan dengan benar.
Mengidentifikasi berbagai bentuk bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.
Menjelaskan dampak perundungan terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekitar.
Menunjukkan sikap empati, peduli, dan menghargai perbedaan antarteman.
Memahami cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying secara tepat.
Berani meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak sekolah ketika melihat atau mengalami perundungan.
Membiasakan perilaku saling menghormati dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.
D. LAYANAN MENDALAM
1. Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap perasaan orang lain. Peserta didik diajak memahami pentingnya mengendalikan ucapan, menghargai perbedaan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun psikologis.
2. Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan materi anti-bullying dengan pengalaman kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan pertemanan. Peserta didik memahami bahwa menghargai teman, saling membantu, dan tidak merendahkan orang lain merupakan bagian dari akhlak mulia.
3. Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik terlibat aktif melalui kegiatan yang menyenangkan, interaktif, dan reflektif, seperti:
Permainan tebak perilaku: termasuk bullying atau bukan.
Diskusi kelompok mengenai contoh perundungan di sekolah.
Bermain peran tentang cara mencegah bullying.
Membuat poster bertema STOP BULLYING.
Menyampaikan pesan positif kepada teman.
E. ALUR TUJUAN LAYANAN
1. Eksplorasi dan Identifikasi
Peserta didik diajak mengenali:
Pengertian bullying atau perundungan.
Ciri-ciri perilaku bullying.
Jenis-jenis perundungan yang sering terjadi.
Perbedaan antara bercanda yang sehat dan tindakan perundungan.
2. Analisis dan Kontekstualisasi
Peserta didik menganalisis:
Penyebab seseorang melakukan bullying.
Dampak bullying terhadap kondisi perasaan, kepercayaan diri, dan hubungan sosial korban.
Situasi perundungan yang mungkin terjadi di kelas atau lingkungan sekolah.
Cara yang tepat untuk membantu teman yang mengalami perundungan.
3. Sintesis dan Rekonstruksi
Peserta didik mengolah kembali pemahaman tentang pentingnya mencegah bullying dengan cara:
Membiasakan berbicara sopan dan menghargai teman.
Tidak ikut mengejek atau mengucilkan orang lain.
Berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru.
Menjadi teman yang peduli dan saling melindungi.
Membuat komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah bebas bullying.
F. MATERI PEMBELAJARAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
الـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.
Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, wassholaatu wassalaamu 'alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa Muhammadin, wa'ala aalihi washahbihi ajma'iin, wa man tabi'ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin. Amma ba'du.
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Bersyukur kita kepada Allah SWT karena pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk belajar bersama.
Pada kesempatan ini, kita akan membahas materi tentang Anti-Bullying (Pencegahan Perundungan).
Anak-anakku, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar. Setiap peserta didik memiliki hak untuk dihargai, dihormati, dan diperlakukan dengan baik.
Oleh karena itu, kita harus memahami bahwa mengejek, menghina, mengancam, memukul, atau mengucilkan teman bukanlah perilaku yang baik. Mari kita membangun persahabatan yang sehat dengan saling menghargai dan menyayangi sesama.
1. Pengertian Anti-Bullying dan Pencegahan Perundungan
Bullying atau perundungan adalah tindakan menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau mengganggu orang lain secara sengaja dan biasanya dilakukan berulang kali, terutama ketika terdapat ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.
Anti-bullying merupakan sikap dan tindakan menolak segala bentuk perundungan serta berusaha menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Perundungan bukanlah bentuk persahabatan atau candaan. Sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.
2. Jenis-Jenis Bullying
Ada beberapa bentuk perundungan yang perlu kita ketahui.
a. Bullying Fisik
Perundungan yang dilakukan melalui tindakan fisik terhadap orang lain.
Contoh:
Memukul atau menendang teman.
Mendorong teman dengan sengaja.
Merusak atau mengambil barang milik teman.
Menghalangi teman secara sengaja dengan tujuan mengintimidasi.
b. Bullying Verbal
Perundungan yang dilakukan melalui perkataan yang menyakitkan.
Contoh:
Mengejek nama atau kondisi fisik teman.
Memberikan julukan yang merendahkan.
Menghina keluarga teman.
Mengancam atau mengintimidasi teman.
c. Bullying Sosial
Perundungan yang dilakukan dengan merusak hubungan sosial seseorang.
Contoh:
Sengaja mengucilkan teman dari kelompok.
Mengajak teman lain untuk menjauhi seseorang.
Menyebarkan gosip yang merugikan teman.
Mempermalukan teman di hadapan orang lain.
d. Cyberbullying
Perundungan yang dilakukan melalui media digital atau internet.
Contoh:
Mengirim pesan hinaan melalui media sosial.
Menyebarkan foto teman tanpa izin untuk mempermalukannya.
Memberikan komentar kasar di media sosial.
Membuat unggahan yang bertujuan merendahkan orang lain.
3. Penyebab Terjadinya Bullying
Beberapa faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan perundungan antara lain:
Ingin dianggap kuat atau hebat oleh teman-temannya.
Kurangnya rasa empati terhadap orang lain.
Ingin mendapatkan perhatian atau pengakuan.
Terpengaruh lingkungan pertemanan yang negatif.
Kurangnya kemampuan mengendalikan emosi.
Menganggap mengejek atau merendahkan orang lain sebagai candaan.
Perlu dipahami bahwa apa pun alasannya, melakukan perundungan bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan.
4. Dampak Negatif Bullying
Perundungan dapat memberikan dampak buruk bagi berbagai pihak.
Bagi korban:
Merasa sedih, takut, dan tidak nyaman.
Kehilangan rasa percaya diri.
Kesulitan berkonsentrasi dalam belajar.
Tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Mengalami kesulitan dalam menjalin pertemanan.
Bagi pelaku:
Dijauhi oleh teman-temannya.
Mendapatkan teguran atau sanksi sesuai aturan sekolah.
Kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat.
Terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara yang salah.
Bagi lingkungan sekolah:
Suasana belajar menjadi tidak nyaman.
Hubungan antarteman menjadi kurang harmonis.
Menurunnya rasa aman dan kebersamaan.
5. Cara Mencegah dan Mengatasi Bullying
Anak-anakku, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah perundungan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
Menghargai perbedaan fisik, kemampuan, latar belakang, dan pendapat teman.
Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyakiti perasaan orang lain.
Tidak ikut menertawakan atau mendukung tindakan perundungan.
Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.
Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.
Berani melaporkan perundungan kepada guru BK, wali kelas, atau orang dewasa yang dipercaya.
Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Ingat 3 langkah penting ketika melihat bullying:
Jangan ikut-ikutan: Jangan mendukung atau menyebarkan tindakan perundungan.
Berikan dukungan: Temani dan dengarkan teman yang menjadi korban.
Laporkan: Sampaikan kejadian kepada guru atau orang dewasa yang dapat membantu.
Jangan menghadapi pelaku dengan kekerasan atau menempatkan diri dalam situasi berbahaya.
6. Contoh Perilaku Anti-Bullying dalam Kehidupan Sehari-hari
Situasi | Perilaku yang Seharusnya Dilakukan |
|---|---|
Ada teman yang berbeda pendapat | Menghargai pendapatnya |
Teman melakukan kesalahan | Mengingatkan dengan sopan |
Ada teman yang dikucilkan | Mengajaknya bergabung |
Melihat teman diejek | Tidak ikut mengejek dan melaporkan |
Mendapat pesan hinaan di media sosial | Tidak membalas dengan hinaan dan meminta bantuan |
Ada teman yang kesulitan belajar | Membantu dan memberikan semangat |
7. Landasan Al-Qur'an dan Hadis tentang Larangan Menghina dan Menyakiti Orang Lain
a. QS. Al-Hujurat Ayat 11
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Pesan ayat:
Allah SWT melarang kita menghina, mengejek, dan merendahkan orang lain. Kita tidak boleh merasa lebih baik daripada teman karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
b. QS. Al-Hujurat Ayat 12
Allah SWT mengingatkan agar kita menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing.
Pesan ayat:
Jangan menyebarkan gosip, mempermalukan teman, atau membicarakan keburukan orang lain.
c. Hadis tentang Menjaga Lisan dan Tangan
Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Artinya:
"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan hadis:
Seorang Muslim harus menjaga perkataan dan perbuatannya agar tidak menyakiti orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan berbicara baik, menjaga sikap, dan tidak melakukan perundungan.
8. Komitmen Pelajar Anti-Bullying
Sebagai peserta didik yang berakhlak mulia, mari kita membangun komitmen:
Saya tidak akan mengejek atau menghina teman.
Saya tidak akan melakukan kekerasan kepada siapa pun.
Saya akan menghargai perbedaan.
Saya akan membantu teman yang mengalami kesulitan.
Saya tidak akan menyebarkan berita atau foto yang mempermalukan orang lain.
Saya berani melaporkan tindakan bullying kepada guru.
Saya akan menjadi bagian dari terciptanya sekolah yang aman dan nyaman.
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
Guru mengecek kehadiran peserta didik.
Guru memberikan motivasi tentang pentingnya menghargai sesama.
Guru menyampaikan tujuan layanan.
Guru memberikan pertanyaan pemantik.
Pertanyaan pemantik:
Pernahkah kalian melihat teman diejek atau dikucilkan?
Bagaimana perasaan kalian jika berada pada posisi teman yang diejek?
Apakah mengejek teman dengan alasan bercanda dapat dibenarkan?
Apa yang akan kalian lakukan jika melihat teman mengalami bullying?
Mengapa kita harus saling menghargai meskipun memiliki perbedaan?
2. Kegiatan Inti
Guru menjelaskan pengertian dan jenis-jenis bullying.
Peserta didik mengamati contoh perilaku perundungan.
Peserta didik berdiskusi mengenai dampak bullying.
Peserta didik mengerjakan permainan edukatif.
Peserta didik membuat slogan atau poster anti-bullying.
Peserta didik menyampaikan hasil diskusi.
3. Kegiatan Penutup
Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi.
Peserta didik menyampaikan refleksi pembelajaran.
Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga persaudaraan.
Guru mengajak peserta didik mengucapkan komitmen anti-bullying.
Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
H. REFLEKSI
Peserta didik diajak merenungkan beberapa pertanyaan berikut:
Apa pengetahuan baru yang saya dapatkan dari materi anti-bullying?
Apakah selama ini saya sudah memperlakukan teman dengan baik?
Apakah saya pernah ikut menertawakan atau mengejek teman?
Apa yang akan saya lakukan jika melihat tindakan perundungan?
Perubahan perilaku apa yang akan saya lakukan setelah mengikuti pembelajaran ini?
Refleksi pribadi:
"Saya berjanji akan menjaga perkataan dan perbuatan, menghargai teman, tidak melakukan perundungan, serta berani membantu teman yang mengalami bullying."
I. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik
Dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik.
Pertanyaan:
Apa yang kamu ketahui tentang bullying?
Apakah mengejek teman termasuk perilaku yang baik?
Apa yang kamu lakukan jika melihat teman dikucilkan?
2. Asesmen Formatif
Dilakukan selama proses pembelajaran melalui:
Keaktifan dalam diskusi.
Kemampuan mengidentifikasi bentuk bullying.
Sikap menghargai pendapat teman.
Partisipasi dalam permainan dan kegiatan kelompok.
3. Asesmen Sumatif
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
Jelaskan pengertian bullying atau perundungan!
Sebutkan empat jenis bullying beserta contohnya!
Mengapa tindakan bullying harus dicegah?
Apa dampak bullying bagi korban?
Apa yang harus dilakukan jika melihat teman mengalami perundungan?
Jelaskan pesan QS. Al-Hujurat ayat 11 berkaitan dengan perilaku anti-bullying!
Sebutkan tiga contoh perilaku yang menunjukkan sikap anti-bullying!
Mengapa kita harus menjaga perkataan dan perbuatan terhadap teman?
Kunci jawaban singkat:
Tindakan menyakiti atau merendahkan orang lain secara sengaja dan biasanya berulang.
Fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying.
Karena merugikan korban dan merusak lingkungan pertemanan.
Menimbulkan rasa takut, sedih, kehilangan kepercayaan diri, dan terganggunya kegiatan belajar.
Memberikan dukungan, tidak ikut-ikutan, dan melaporkan kepada guru.
Larangan mengolok-olok dan merendahkan orang lain.
Menghargai teman, tidak mengejek, dan membantu teman.
Agar tidak menyakiti perasaan orang lain dan tercipta hubungan yang harmonis.
J. KESIMPULAN MATERI
Bullying atau perundungan merupakan tindakan yang dapat menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Perundungan bukanlah candaan yang dapat dibenarkan karena dapat memberikan dampak negatif bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah.
Pencegahan bullying dapat dilakukan dengan membiasakan sikap saling menghargai, menjaga perkataan, mengendalikan emosi, menumbuhkan empati, dan berani melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang tepat.
Dalam ajaran Islam, Allah SWT melarang manusia saling menghina dan merendahkan. Oleh karena itu, sebagai pelajar Muslim, kita harus menjaga lisan, tangan, dan perilaku agar tidak menyakiti orang lain.
K. KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal, peserta didik diharapkan memahami bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan dihargai.
Peserta didik mampu mengenali bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya, serta mengetahui langkah-langkah pencegahannya. Melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan penuh kesadaran, peserta didik diharapkan mampu menerapkan perilaku anti-bullying dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator keberhasilan layanan:
Peserta didik memahami pengertian dan jenis-jenis bullying.
Peserta didik mampu membedakan candaan sehat dengan perundungan.
Peserta didik menunjukkan sikap empati dan menghargai teman.
Peserta didik mengetahui cara melaporkan perundungan.
Peserta didik berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah bebas bullying.
L. PESAN PENUTUP
Anak-anakku yang Bapak banggakan,
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus kita jaga. Jangan pernah merasa hebat dengan cara merendahkan orang lain. Kekuatan seorang pelajar bukan terletak pada keberanian menyakiti teman, melainkan pada kemampuan menghargai, melindungi, dan membantu sesama.
Jadilah pelajar yang berakhlak mulia, saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta mampu mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Mari kita wujudkan sekolah yang:
STOP BULLYING!
BERSAMA KITA BISA!
Tidak mengejek • Tidak menghina • Tidak mengucilkan
Saling Menghargai, Saling Menyayangi, dan Saling Melindungi.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh.