Senin, 07 September 2020

 


PERAN TEMAN SEBAYA DALAM PENGEMBANGAN KARIR

Untuk mencapai karir, banyak sekali  faktor yang mempengaruhinya baik positif maupun negative. Salah satu  faktor tersebut adalah peranan lingkungan.

·      Peran Teman Sebaya

Peran teman sebaya dalam upaya individu untuk mengembangkan karirnya antara lain,  sebagai berikut :

Ø  Peran positif, antara lain :

a.    Memberikan informasi yang kita perlukan

b.    Memberikan motivasi / dorongan untuk belajar.

c.    Dapat bertukar pikiran untuk menambah wawasan.

d.    Memberikan hiburan saat kita sedih.

e.    Menegur kita apabila salah.

f.     Selalu ada saat dibutuhkan

g.    Selalu memaafkan kesalahan kita

 

Ø  Peran negatif, antara lain :

a.    Suka memaksakan kehendak.

b.    Suka mengganggu saat kita sedang belajar.

c.    Mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang dilarang.

d.    Memusuhi siapa saja yang tidak mau menuruti keinginannya.

e.    Suka mencari kesalahan orang lain

Dan masih banyak lagi pengaruh dan peranan dari teman sebaya.

Sebagai manusia yang sempurna dengan bekal akal pikiran, dengan penuh  penuh kecerdasan, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk dapat memilih teman, antara lain kita harus mau belajar dari pengalaman orang lain, membaca buku / koran, mendengarkan berita di tv dan radio, dsb.

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika kita  banyak memiliki teman, berdasarkan pengalaman hidup yang kita peroleh dari lingkungan sekitar kita.

Agar kita tidak mudah terpengaruh dengan peran negatif  teman sebaya, kita harus memiliki pribadi yang tangguh

·      Pengembangan Karir

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan karir yaitu:

a.    Mampu mengenal diri sendiri.

Kita harus mengetahui kelebihan dan kelemahan diri, mengenal lingkungan kita.

b.    Menentukan tujuan.

Mengerjakan suatu pekerjaan tanpa adanya tujuan yang pasti dan njelas, maka pekerjaan yang kita lakukan adalah sia-sia.

c.    Menentukan langkah / cara untuk mencapai tujuan.

Menentukan apa yang kita lakukan adalah hal yang penting, karena hal itu akan memandu kita untuk berjalan lebih terarah, teratur, dan lebih cepat mencapai tujuan.

d.    Berdisiplin.

Segala sesuatu yang dilakukan penuh displin/ketepatan, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik

e.    Selalu waspada terhadap perilaku teman sebaya.

Karena bagi remaja teman adalah segalanya melebihi daripada hubungannya dengan keluarga.

 

Remaja merupakan pribadi yang labil, mereka  cenderung berteman dengan sekelompok teman sebayanya, walau kadang remaja tersebut belum memahami betul perilaku temannya tersebut. Oleh  sebab itu remaja  perlu mengetahui dan memahami pergaulan yang baik di luar rumah dengan teman sebaya baik teman pria/wanita. Untuk itu, sebagai remaja yang cerdas harus mampu memahami perannya sebagai pria atau wanita yang wajar, sehingga dalam pergaulan remaja tersebut tidak mengalami hambatan.

Beberapa contoh Pemanfaatan kegiatan diluar rumah dan sekolah dengan teman sebaya untuk pengembangan karir, antara lain ; Remaja Masjid, Tutor TPA / TPQ, Kelompok pengajian remaja / madrasah, Kajian Kitab, Karang Taruna, Himpunan pecinta alam, Komunitas peduli lingkungan, Pramuka,  volly, sepak bola, badminton, dan sebagainya.

Untuk memanfaatkan hubungan teman sebaya baik pria maupun wanita hendaknya harus dapat bersikap santun, ramah, toleransi, ikhlas membantu teman, saling mengingatkan, tidak sombong jika berprestasi dan tidak rendah diri bila gagal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, dalam pengembangan karir baik pria maupun wanita antara lain :

a)    Untuk menentukan karir  perlu memahami kemampuan baik bakat maupun minatnya.

b)    Persahabatan itu penting, karena tanpa teman kita tidak bisa bertukar pikiran, untuk itu kita harus selalu menghargai dan menghormati teman.

c)    Kedudukan  pekerjaan, keahlian,  tidak perlu dibeda-bedakan antara pria dan wanita, semua punya kemampuan yang saling menunjang.

d)    Peran teman sebaya cukup besar dalam pengembangan karir, oleh sebab itu remaja harus mampu memanfaatkan persahabatan dengan teman sebaya dengan baik, agar remaja  lebih  punya semangat untuk mengembangkan karirnya.

 Lembar Kerja Siswa

1.    Sebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada dilingkungan sekitar kalian! dan apa yang menjadi tugas dari masing-masing pekerjaan tsb?

2.    Apa peran teman sebaya dalam pengembangan karier anda?

3.    Kegiatan-kegiatan apa yang bisa dilakukan saat ini untuk mengembangkan karier anda kelak?


Lampiran 3 : Instrumen Penilaian          

LEMBAR REFLEKSI  DIRI

Pilihlah dengan cara mencetang ( V ) jawaban “YA” apabila anda setuju dan jawaban “TIDAK’

Apabila anda tidak setuju.

R E F L E K S I

YA

TIDAK

Saya merasa sangat perlu dengan materi ini

 

 

Menurut saya materi ini sangat menarik

 

 

Saya sangat memahami materi yang telah diberikan

 

 

Saya merasa sangat perlu bantuan dari guru BK untuk menemukan karier yang cocok dengan diri saya

 

 

Jumat, 04 September 2020

P E L A J A R M A N D I R I

 M A T E R I

Komunitas Remaja Mandiri


Komunitas di Kabupaten Maros tak perlu lagi dipertanyakan jumlahnya karena sudah mencapai puluhan, kini hadir lagi komunitas baru di kabupaten Maros yaitu Komunitas Remaja Mandiri (KRM), yang bukan komunitas biasa tapi dengan harapan akan menjadi komunitas masa depan yang luar biasa, dimana dalam komunitas ini berbagai pengembangan kapasitas, keterampilan dan kecerdasan seorang remaja akan diasah dan di bimbing dalam pencapaiannya. Sekretariat komunitas ini dilengkapi dengan tempat pelatihan.
Komunitas Remaja Mandiri (KRM) merupakan wadah  Pembinaan Remaja dan kaum muda dalam meningkatkan kapasitasnya.Adapun visi Mengembangkan dan meningkatkan Knowledge (pengetahuan),Attitude (sikap), Practice (Praktek) Remaja dan Pemuda.dari Komunitas Remaja Mandiri (KRM) adalah menciptakan kader generasi muda yang mandiri, cerdas, dan  kreatif ,serta aktif dalam kegiatan sosial. Sedangkan misinya yaitu , Membangun karakter kader sebagai generasi pelanjut ,serta menanamkan jiwa sosial . 
 Untuk menjadi anggota dalam komunitas ini maka calon anggota mengisi Formulir Pendaftaran dan mendaftarkan diri sebagai anggota untuk selanjutnya di sampaikan ke ketua umum. Dimana status keanggotaanya di lengkapi  dengan bukti kartu tanda anggota ( KTA). harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Warga negara Indonesia/ warga Asing yang berdomisili di wilayah Indonesia, Terbuka untuk seluruh agama, ras, golongan maupun mereka yang memiliki keterbatasan fisik, Mendapatkan Persetujuan Orang Tua, Bersedia Mengikuti Orientasi, Pelatihan dan Pelaksanaan Kegiatan Lainnya, 
 Komunitas ini awalnya dimotori oleh dua orang yang merupakan lulusan Sarjana Sosiologi Universitas Negeri Makassar dan Sarjana Hukum Islam STAI AL Furqan Makassar. Adapun kegiatannya yaitu, Pelatihan kepemimpinan,  Pembinaan  Karakter , Pembinaan/ Pelatihan pembuatan kerajinan Tangan, Pembinaan dasar komputer, Pelatihan Service Komputer dan HP, Pelatihan Kewirausahaan, Pembinaan Dasar Pertolongan pertama , Pembinaan kegiatan sosial, Pembinaan Religi  dengan harapan mampu menghasilkan kader yang mandiri dan mampu bersaing ditengah persaingan di zaman modern ini

KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

  1. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.
  2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
  3. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.
  4. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

 

Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

  1. Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.
  2. Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.
  3. Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
  4. Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

 

Pentingnya kemandirian bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

  1. Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.
  2. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.
  3. Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

 

Lembar Kerja Siswa

1. Pentingkah kemandirian bagi kalian sebagai seorang pelajar? Apa  argumentasinya?

2.  Apa yang sudah kalian lakukan agar kalian lebih mandiri baik sebagai siswa/i disekolah dan sebagai anak dalam anggota keluarga?

3. Apa sajakah sikap-sikap yang perlu mendapatkan perhatian terkait kemandirian tersebut?

4.  Robert Havighurt (1972) membedakan empat kemandirian apasaja?

LEMBAR REFLEKSI DIRI

Pilihlah dengan cara mencentang ( √ ) jawaban “YA”  atau “TIDAK”

 

R E F L E K S I

YA

TIDAK

Saya merasa sangat perlu dengan materi ini

 

 

 

Menurut saya materi ini sangat menarik

 

 

 

Saya sangat memahami materi yang telah diberiikan

 

 

 

Saya merasa sangat perlu bantuan dari guru BK untuk lebih dapat mandiri.

 

 

 

 


Kamis, 03 September 2020

MANDIRI BELAJAR

 M A T E R I

Komunitas Remaja Mandiri


Komunitas di Kabupaten Maros tak perlu lagi dipertanyakan jumlahnya karena sudah mencapai puluhan, kini hadir lagi komunitas baru di kabupaten Maros yaitu Komunitas Remaja Mandiri (KRM), yang bukan komunitas biasa tapi dengan harapan akan menjadi komunitas masa depan yang luar biasa, dimana dalam komunitas ini berbagai pengembangan kapasitas, keterampilan dan kecerdasan seorang remaja akan diasah dan di bimbing dalam pencapaiannya. Sekretariat komunitas ini dilengkapi dengan tempat pelatihan.
Komunitas Remaja Mandiri (KRM) merupakan wadah  Pembinaan Remaja dan kaum muda dalam meningkatkan kapasitasnya.Adapun visi Mengembangkan dan meningkatkan Knowledge (pengetahuan),Attitude (sikap), Practice (Praktek) Remaja dan Pemuda.dari Komunitas Remaja Mandiri (KRM) adalah menciptakan kader generasi muda yang mandiri, cerdas, dan  kreatif ,serta aktif dalam kegiatan sosial. Sedangkan misinya yaitu , Membangun karakter kader sebagai generasi pelanjut ,serta menanamkan jiwa sosial . 
 Untuk menjadi anggota dalam komunitas ini maka calon anggota mengisi Formulir Pendaftaran dan mendaftarkan diri sebagai anggota untuk selanjutnya di sampaikan ke ketua umum. Dimana status keanggotaanya di lengkapi  dengan bukti kartu tanda anggota ( KTA). harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Warga negara Indonesia/ warga Asing yang berdomisili di wilayah Indonesia, Terbuka untuk seluruh agama, ras, golongan maupun mereka yang memiliki keterbatasan fisik, Mendapatkan Persetujuan Orang Tua, Bersedia Mengikuti Orientasi, Pelatihan dan Pelaksanaan Kegiatan Lainnya, 
 Komunitas ini awalnya dimotori oleh dua orang yang merupakan lulusan Sarjana Sosiologi Universitas Negeri Makassar dan Sarjana Hukum Islam STAI AL Furqan Makassar. Adapun kegiatannya yaitu, Pelatihan kepemimpinan,  Pembinaan  Karakter , Pembinaan/ Pelatihan pembuatan kerajinan Tangan, Pembinaan dasar komputer, Pelatihan Service Komputer dan HP, Pelatihan Kewirausahaan, Pembinaan Dasar Pertolongan pertama , Pembinaan kegiatan sosial, Pembinaan Religi  dengan harapan mampu menghasilkan kader yang mandiri dan mampu bersaing ditengah persaingan di zaman modern ini

KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

  1. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.
  2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
  3. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.
  4. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

 

Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

  1. Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.
  2. Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.
  3. Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
  4. Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

 

Pentingnya kemandirian bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

  1. Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.
  2. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.
  3. Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

 

Lembar Kerja Siswa

1.    Pentingkah kemandirian bagi kalian sebagai seorang pelajar?

2.    Apa yang sudah kalian lakukan agar kalian lebih mandiri?

3.    Apa sajakah sikap yang perlu mendapatkan perhatian terkait kemandirian sebutkan?

LEMBAR REFLEKSI DIRI

Pilihlah dengan cara mencentang ( √ ) jawaban “YA”  atau “TIDAK”

 

R E F L E K S I

YA

TIDAK

Saya merasa sangat perlu dengan materi ini

 

 

 

Menurut saya materi ini sangat menarik

 

 

 

Saya sangat memahami materi yang telah diberiikan

 

 

 

Saya merasa sangat perlu bantuan dari guru BK untuk lebih dapat mandiri.

 

 

 

 

Rabu, 02 September 2020

KEMANDIRIAN REMAJA

 

M a t e r i

KEMANDIRIAN REMAJA

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

  1. Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.
  2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
  3. Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.
  4. Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.


Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

  1. Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.
  2. Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.
  3. Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.
  4. Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

 

Pentingnya kemandirian bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

  1. Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.
  2. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.
  3. Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Lembar Kerja Siswa

1.    Pentingkah kemandirian bagi kalian sebagai seorang pelajar?

2.    Apa yang sudah kalian lakukan agar kalian lebih mandiri?

3. Menurut Robert Havighurt kemandirian dibagi menjadi empat apa saja?

 

LEMBAR REFLEKSI DIRI

       Pilihlah dengan cara mencentang ( √ ) jawaban “YA” apabila anda setuju dan jawaban “ TIDAK” apabila anda tidak setuju

 

R E F L E K S I

YA

TIDAK

Saya merasa sangat perlu dengan materi ini

 

 

 

Menurut saya materi ini sangat menarik

 

 

 

Saya sangat memahami materi yang telah diberiikan

 

 

 

Saya merasa sangat perlu bantuan dari guru BK untuk lebih dapat mandiri.

 

 

 

 

 

Mandiri di usia remaja

  Nama Guru        : Yulian Wilyanus Mapel Diampu  : Bimbingan Konseling Hari/Tanggal      :  12  Agustus 2026 Materi                     ...